Beranda Ekonomi Tahun 2022 Koperasi Konvensional Transformasi Jadi Koperasi Syariah

Tahun 2022 Koperasi Konvensional Transformasi Jadi Koperasi Syariah

84
0
BERBAGI

PALEMBANG, HALOSUMSEL-

Koperasi konvensional di Sumatera Selatan akan bertransformasi menjadi koperasi syariah di tahun 2022 mendatang. Transformasi ini akan dititik beratkan terutama pada jenis koperasi simpan pinjam dengan system bagi hasil

Peralihan dari konvensional ke system syariah ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 2021. Peralihan ini menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sumsel Ir Amiruddin Msi akan dilakukan secara bertahap dan diterapkan mulai 2022 mendatang.

Saat ini, di Sumsel terdapat 6.695 unit koperasi dan dari jumlah tersebut ada 2172 unit dalam bentuk koperasi simpan pinjam. Sementara jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 2,208.582 unit tersebar di seluruh kabupaten kota di daerah ini.

Menurut Amiruddin yang menjadi Dewan Pengawas, koperasi syariah ini yang menjadi harus memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh pusat dan disahkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). “Jadi siapapun bisa menjadi dewan pengawas koperasi syariah asalkan telah disahkan oleh MUI dan memperoleh sertifikat,” kata Amir.

Untuk mempercepat program syariah ini, menurut Amiruddin pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama yang memiliki koperasi simpan pinjam. Di sisi lain jika ada pembentukan koperasi baru, akan diarahkan menjadi koperasi syariah.

“Jadi siapa saja bisa mendirikan koperasi. Minimal sembilan. Bagi yang akan membentuk koperasi usahakan embrionya dimulai dari usaha simpan pinjam ada simpanan wajib dan simpanan pokok. Sebelum berbadan hukum dibentuk dulu dan kepada anggota jangan menyebut bunga. Kira-kira sudah berrjalan setengah tahun baru buat akte. Seperti halnya arisan. Pilih ketua, sekretaris dan bendahara. Ada embrionya,” katanya.

Stagnan karena pandemi

Sejak terjadinya pandemic Covid-19 menurut Amiruddin berdampak terhadap usaha kecil menengah. Perkembangan UMKM menjadi stag dan sekitar 30 persen dari jumlah tersebut mengalami jalan ditempat.

Namun sejak awal triwulan tiga tahun ini, perlahan UMKM bangkit dari keterpurukan dan mulai bergairah kembali. “Adanya pandemi ini memang berdampak terhadap UMKM namun sisi positifnya banyak yang bisa kreatif melakukan usaha melalui online. Mereka berkreasi dengan membuka aplikasi kendati tidak semuanya bisa,: kata Amir. (Ida Syahrul)

LEAVE A REPLY