Beranda Perisitiwa Riezky Aprilia Hadiri Bulan Bakti Nelayan di Palembang

Riezky Aprilia Hadiri Bulan Bakti Nelayan di Palembang

68
0
BERBAGI

Palembang, Halosumsel- Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Riezki Aprilia, S.H, M.H dari Fraksi PDI Perjuangan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka Bulan Bakti Nelayan di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan tahun 2021 dalam bentuk pembagian sembako secara simbolis kepada nelayan berlancar dengan lancar, sabtu (23/10/2021).

Kegiatan yang juga dihadiri beberapa pejabat pemerintah kota Palembang seperti Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sumsel, Wakil Walikota Palembang yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungai Liat, Kepala Karantina, Camat, Lurah dan beberapa kelompok nelayan kota Palembang.

Acara diawali dengan pantun Anam Tofani, S.Pi, M.Si selaku Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara, yang berbunyi “pergi ke laut naik perahu layar, tak terkira banyak ikannya, apa kabar bapak ibu nelayan di kota Palembang, semoga sehat selalu semuanya”, ungkapnya.

Beliau menyampaikan pesan Menteri KKP Sinergi pembangunan sektor kelautan dan perikanan merupakan implementasi pesan Menteri KKP yang ingin bertemu langsung dengan Bapak Ibu nelayan Kota Palembang dan kepada para eksekutif maupun legislatif untuk merumuskan langkah dan kebijakan yang akan datang sehingga dapat memajukan sektor kelautan dan perikanan.

Selanjutnya Riezki Aprilia mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kementerian-kementerian Kelautan dan Perikanan yang ke-22 dari Komisi IV DPR RI sebagai mitra, semoga Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat terus mensejahterakan masyarakat perikanan di seluruh Indonesia.

Setelah menghadiri kegiatan di 4 Kabupaten dan 2 Kota di Sumsel yaitu di Lubuk Linggau, Muratara, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Kota Palembang menanggapi masalah karantina yang butuh perhatian, masalah bantuan yang perlu disesuaikan berupa sarana prasarana untuk nelayan berupa perahu, mesin, tabung gas, jaring, jalan dan juga tak lupa masalah peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pada pendamping perikanan.

Beberapa keluhan nelayan terkait jaring mereka yang sering tersangkut di jangkar kapal-kapal besar, setiap ada kerusakan jaring, nelayan kesulitan untuk meminta ganti rugi. Ada juga keluhan di Pulokerto terkait adanya pengerukan pasir, nelayan khawatir kalau pengerukan pasir tersebut dilakukan terus menerus maka pulau itu akan tenggelam.

Masalah jangkar, terkadang ada ditengah sungai dan kalau terkena jaring, tidak ada ganti rugi. Dan juga mulai dari Pusri sampai Pulau Kemaro ada juga penyelam barang antik, setelah tidak beraktifitas jangkarnya ditinggal menggunakan pelampung dan merusak jaring nelayan.

Ada juga masalah tabung gas, tahun 2019 nelayan dapat bantuan berupa mesin. Terkait bahan bakar antara bensin dan gas, ternyata gas lebih cocok, perbandingannya menggunakan bensin sehari 50 ribu dan gas sehari 30 ribu. Maka dari itu, kami mengusulkan tabung gas kepada Riezki agar harapan tersebut dapat dipenuhi.

Ada beberapa kendala terkait sektor perikanan di Sumsel yang harus menjadi perhatian khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan harus disiasati juga dengan baik oleh pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan.

DPR RI Komisi IV khususnya akan berjuang maksimal untuk masyarakat pertanian, nelayan dan masyarakat sekitar hutan, akan tetapi perlu waktu yang akan bisa menjadi legasi bagi DPR RI Komisi IV pada saat periode ini untuk menjadi sebuah terapan yang akan dilaksanakan pemerintah.

Terkait bangunan yang mangkrak disamping PSDKP yang dulunya akan dibangun pasar higienis, seharusnya bisa dihidupkan oleh BUMD Kota Palembang atau Provinsi Sumsel, yang semestinya bisa dikelola dengan baik dan mencari solusi kedepannya.

“Banyak yang mangkrak insya Allah pelan-pelan akan diselesaikan”, tutupnya. (Manda sari)

LEAVE A REPLY