Beranda Ekonomi Puluhan Pedagang Minta Gubernur Sumsel Pecat Direktur JSC

Puluhan Pedagang Minta Gubernur Sumsel Pecat Direktur JSC

479
0
BERBAGI

Palembang, Halosumsel. Co. Id-

Ratusan massa pedagang kecil  Jakabaring Sport City mendatangi kantor gubernur Sumatera Selatan untuk memecat Diretur JSC karena kebijakan nya banyak meresahkan para pedagang hal ini dikarenakan Hendra saat melakukan orasinya Rabu (16/1)  Palembang

Dikatakan Hendra selalu koordinator Aksi, ” Dalam sejarahnya, keberadaan Pedagang Kecil Kawasan GOR Jakabaring Spon City telah ada sejak diadakannya even Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Tahun 2004 di Sumatera Selatan., ” Ungkap Hendra

Seiring denyut nadi perekonomian dan pembangunan, keberadaan pedagang kecil kawasan yang biasa disebut GOR Sriwijaya Jakabaring terus berkembang. Apalagi di kawasan tersebut juga pernah diadakan event-event nasional maupun internasioanal seperti SEA Games 2011 dan baru-baru ini juga telah bedangsung pesta olah raga besar tingkat Asia yaitu Event Asian Games 2018. ” Cerita Hendra

Bahwa keberadaan dan keramaian GOR Jakabaring ini identik dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Keberadaan GOR Jakabaring disamping tempat olah raga juga telah menjadi ruang publik bahkan tempat tujuan wisata olagraga. Perkembangan tersebut telah membantu perekonomian masyarakat sekitar diantaranya para pedagang kecil di kawasan GOR Jakabaring.

Dikatakan Hendra, ” Kita sekarang memiliki Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKPJSC). Forum yang beranggotakan sebanyak 150 pedagang ini merupakan wadah persatuan para pedagang dalam berorganisasi untuk mencapai kelayakan hidup sebagai pedagang di kawasan tersebut.

Forum ini tadinya merupakan mitra pengelola GOR Jakabaring. terutama GOR Jakabaring masih dikelola Iangsung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yaitu dibawah naungan BPKAD Provinsi Sumatera Selatan. Karena disadari bahwa keberadaan pedagang juga merupakan daya penarik dan pelengkap pengunjung di kawasan tersebut. Selama bermitra dengan pengelola tersebut, para pedagang di kawasan GOR Jakabaring merasa aman dan bebas leluasa berjualan tanpa ada rongrongan dari pihak pengelola. ” Kata Dia

Lanjut Hendra,” Namun sejak pengelolaan GOR Jakabaring diambil alih oleh perusahaan yang mengatasnamakan sebagai BUMD Provinsi Sumatera Selatan yaitu PT. Jakabaring Sport City, keberadaan pedagang di kawasan tersebut menjadi resah. Pengelola -telah membuat berbagai macam aturan yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan tanpa memperhatikan nasib para pedagang kecil. Setiap ada kebijakan perusahaan, pihak pengelola tidak pernah berkoordinasi dan melibatkan FKPJSC. Para pedagang selalu dirongrong terus untuk dibuat menjadi resah. Perusahaan selalu berupaya mematikan pedagang kecil dengan cara membuat atau pun mempersilahkan pedagang dengan modal besar masuk di kawasan tersebut. ” Lanjutnya

Hendra mencontohkan,” Salah satu oontoh di kawasan olah raga Sky Air, pedagang yang sudah lama berjualan ditempat tersebut diusir untuk pindah berjualan ditempat sepi. Sementara ditempat tersebut didirikan tempat beq‘ualan yang lebih permanen dengan menyulap container menjadi tempat food court modern. ” Contoh Hendra

Atas berbagai macam permasalahan para pedagang di kawasan GOR Jakabaring, FKPJSC pernah mengundang Bapak Gubernur Sumatera Selatan. Dengan kedatangan Bapak Gubernur tersebut keadaan telah berubah sementara. Karena pada waktu itu Bapak Gubernur mengatakan para pedagang GOR Jakabaring harus bebas berusaha tanpa ada ganguan beljualan dan tidak ada pengusiran dan’ pihak PT. JSC. Para pedagang akhirnya diberi kebebasan berjualan ditempat semula. ” Undang Hendra

Namun belakangan ini para pedagang kembali dibuat resah oleh ulah pengelola PT. JSC dengan memasukkan Mobil Alfamart. Dengan memasukkan pebisnis waralaba modern ke kawasanGOR Jakaring tentu saja telah membuat para pedagang menjadi resah kembali. Bahkan dan‘ informasn yang berkembang, Mobil Alfamart bukan hanya satu unit saja namun akan ada beberapa unit Iagi yang akan ditempatkan diberbagai tempat strategis di kawasan tersebut. Keberadaan Mobil Alfamart inilah pemicu para pedagang yang tergabung dalam FKPJSC melakukan aksi demo.

Karena keberadaan Mobil Alfamart tersebut akan mengancam dan membunuh pedagang kecil di kawasan tersebut.

Permasalahan lain, para pedagang juga dibuat resah oleh tarif masuk ke GOR Jakabaring.

Disamping mengenakan tarif masuk bagi kendaraan, pedagang yang masuk pun harus dikenakan )iaya. Kendaraan pedagang berupa becak, bentor dan motor kaisar tidak boleh masuk.

Kami menuntut kepada gubernur Sumsel untuk memecat Direktur JSC dan Jajarannya,  Alfamart disana ditiadakan,  Portal masuk di bebaskan untuk para pedagang, ” Tandas nya (sofuan)

LEAVE A REPLY