Beranda Hukum Masih Tersisa 70 KK Bertahan di Lokasi UIN RF Palembang

Masih Tersisa 70 KK Bertahan di Lokasi UIN RF Palembang

406
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Satu persatu truk pengangkut tanah merah memasuki kawasan yang sudah ditetapkan menjadi lahan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Kedatangan truk tersebut dengan tujuan untuk menimbun lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan universitas tersebut.

Bersyukur tidak ada lagi perlawanan dari warga sekitar Jakabaring seperti yang pernah terjadi beberapa bulan lalu. Kepala Satuan Pamong Praja Provinsi Sumsel, Riki Junaidi mengatakan, pihaknya membantu dalam proses pengamanan aset milik Sumsel, bekerja sama dengan Pemkot Palembang, Biro Pemerintahan, BPKAD, pihak UIN, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah sejauh ini tetap berjalan lancar. Tidak ada perlawanan dari masyarakat,” ujarnya.

Riki menjelaskan, saat ini ada 100 kk (kartu keluarga) yang tinggal dan kekeuh ingin hidup diatas lahan tersebut. Diketahui sebelumnya, ada tiga alternatif yang ditawarkan Komnas HAM dan pihak UIN kepada warga sekitar.

Yakni, pindah ke rusunawa dan mendapat uang kerohiman Rp1.500.000 per KK, juga ada pilihan pindah sendiri dengan uang kerohiman Rp6.500.000, dan jika ada warga yang masih merasa memiliki hak boleh laporkan overlay dengan melibatkan BPN dalam hal ganti rugi.

“Dari 100 KK yang ada, sudah 30 KK yang mengfambil alternatif kedua, pindah sendiri,” jelasnya

Sementara lebih dari 70 KK yang masih belum menentukan pilihan. Ia mengakui, banyaknya warga mengambil pilihan kedua itu karena banyak warga yang menyadari akan kalah jika tetap bertahan tinggal ditempat itu.

“Kami mendapat laporan juga sudah banyak warga yang minta waktu untuk pindah,” tukasnya.

Penimbunan akan terus berlangsung, kata Riki, saat ini sudah seluas 7,5 hektar lahan yang ditimbun masih ada 7,5 hektar lahan lagi. Pihaknya juga akan mengirim surat ke kota guna mengawasi bangunan yang dianggap liar (rumah tanpa IMB dan surat-menyurat).

Untuk teknisnya, pihaknya telah melakukan penimbunan dengan menumpahkan tanah merah sebanyak 100 truk. Pada 18 Juni sudah ada 20 truk dan diteruskan sebanyak 80 truk.

“Nanti akan ada puluhan ribu truk lagi yang akan dikirim dan menimbun di lokasi tersebut,” tandasnya. (sofuan)

LEAVE A REPLY