Beranda Ekonomi Lima Sumur PEP Ramba tambah Produksi Migas

Lima Sumur PEP Ramba tambah Produksi Migas

142
0
BERBAGI
Salah satu Sumur Ramba di Musi Banyuasin Sumatera Selatan/Ist

Musi Banyuasin, Halo Sumsel-

Lima sumur pengeboran pengembangan di daerah operasi Pertamina EP (PEP) Ramba Field berhasil menambah produksi migas nasional sebesar 971 barel minyak.

Penambahan produksi ini menurut General Manager Zona 4, PEP Ramba Field Agus Amperianto berasal dari lima sumur di desa Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, yang dikerjakan pada tahun 2022 ini.

Kesuksesan pengeboran 5 sumur PEP Ramba Field yang berada dibawah manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 – Sumatera Zona 4, yang mampu mencapai rata-rata 243% dari target semula 400 barel minyak per hari/barrel oil per day (bopd).

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, menyebutkan bahwa temuan ini merupakan pencapaian yang sangat baik sebagai hasil dari upaya yang selama ini dilakukan oleh Pertamina. “Sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang memiliki target pengeboran paling banyak di tahun 2022 ini, Pertamina memang harus berupaya lebih banyak untuk menemukan cadangan-cadangan migas di wilayah operasi,” ujar Anggono.

Dikatakan Agus, Sumur primadona MJ-N16 memproduksikan 301 bopd dari target 80 bopd atau 376% dari target. Produksi sumur MJ-N1 sejumlah 202 bopd, sumur MJ-N2 sejumlah 175 bopd, sumur MJ-N9 sejumlah 1,08 juta standar kaki kubik per hari/million standard cubic feet per day (mmscfd) gas atau setara 180 boepd, dan sumur MJ-N8 sejumlah 113 bopd. Rangkaian keberhasilan ini dinilai sangat baik, mengingat struktur Mangunjaya merupakan salah satu brown field di PEP Ramba Field. Penemuan potensi migas di deep formation ini dinilai sangat baik untuk pengembangan Mangunjaya ke depannya.
Agus Amperianto, menyampaikan bahwa PEP Ramba Field masih akan melakukan pengeboran 3 sumur di Mangunjaya hingga akhir tahun 2022, yaitu sumur MJ-N13, MJ-N7, dan MJ-N3. Di samping itu, keberhasilan rangkaian pengeboran di struktur Mangunjaya membuka peluang untuk pengembangan struktur Mangunjaya.

“Keberhasilan target pengeboran juga tidak terlepas dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang mengedepankan aspek safety dan lindungan lingkungan,” tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus Amperianto menjelaskan proses pengeboran sumur MJ-N16 diselesaikan dengan biaya investasi sebesar USD 2,082,021 atau 88,52% dari anggaran USD 2,352,076. Memperhitungkan produksi sumur MJ-N16 ditambah efisiensi biaya pengeboran, didapat total net present value sebesar 9,33 MMUSD. Pengembalian investasi dapat dicapai dalam 1 tahun, terang Agus.

Agus Amperianto menegaskan bahwa indikator capaian sasaran produksi migas PEP Ramba Field adalah terwujudnya lindungan lingkungan, keselamatan operasi dan usaha penunjang, dengan mengutamakan aspek keteknikan yang baik. Penerapan kaidah keteknikan yang baik adalah penerapan metoda rekayasa keteknikan yang telah terbukti, prosedur yang diterima secara luas, efisien, dan memenuhi regulasi, yang dapat memenuhi harapan dari para pemangku kepentingan setempat. “Di samping itu, PEP Ramba Field turut berkontribusi dalam kegiatan sosial diantaranya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, donor darah, bakti sosial peduli bencana korban bencana, dan penanaman pohon,” terang Agus.

SKK Migas, kata Anggono akan memberikan dukungan terhadap rencana-rencana pengeboran yang dijalankan oleh semua KKKS, khususnya di wilayah Sumbagsel, termasuk PHR.

“Penemuan ini akan berkontribusi pula terhadap pencapaian target produksi migas nasional, harapannya semua target yang diberikan kepada PHR dapat terpenuhi dan produksi terus meningkat. Kita wajib optimis bahwa target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 a standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030 dapat diwujudkan,” katanya. (Ida Syahrul)

LEAVE A REPLY