Beranda Metropolitan Kalimat ” BEBAS” dan Dana BBN Rp.80 Ribu Samsat Muba Dipertanyakan

Kalimat ” BEBAS” dan Dana BBN Rp.80 Ribu Samsat Muba Dipertanyakan

969
0
BERBAGI

Halosumsel.com –

Penempatan bahasa dengan kalimat ” BEBAS” yang terpasang dalam spanduk-spanduk, papan pengumuman yang banyak terpasang disetiap lokasi vital termasuk di Kantor Pemerintahan menjadi pertanyaan masyarakat, Pasalnya, kalimat “BEBAS” asumsi masyarakat awam mengartikan dilokasi dipasangnya kalimat tersebut merupakan areal tempat transaksi yang luar biasa.

Seperti dikantor pelayanan masyarakat terpadu Samsat di wilayah Sumatera Selatan terpasang tulisan “ZONA BEBAS KORUPSI DAN GRATIFIKASI serta KAWASAN BEBAS CALO” oleh masyarakat kalimat tersebut diperbincangkan dan menganggap bahwa dikantor sebagai sentral Korupsi dan calo, ujar Mustaqim (47) kepada wartawan media ini (30/12) beberapa waktu yang lalu.

Mustaqim menambahkan, dengan mencermati dari kalimat tersebut bahwa dikantor itu pusat melakukan aksi korupsi dan suburnya aksi menabrak aturan dan sarangnya praktek korupsi serta percaloan.

Warga Medan Sumatera Utara ini mengaku datang jauh-jauh dari luar Provinsi Sumatera Selatan hanya ingin membayar pajak kendaraannya, karena kendaranya yang dibeli dari Sumsel ini dan kendaranya dibawa pulang ke Medan.

Karena masih ada kesempata waktu untuk membayar dengan program gratis, artinya bisa murah biayanya, maka kendaranya niat untuk diperpanjang masa berlaku pajaknya dengan mengganti nama pemiliknya dari atas nama orang pertama menjadi atas nama adiknya yang bertugas diwilayah hukum Sumatera Selatan agar mempermudah urusan pembayaran pajak ditahun berikutnya.

Masih menurutnya, Karena ada diatas pintu kantor tersebut ada tulisan begitu, ternyata benar ada oknum didalamnya yang masih melakukan praktek korupsi dan terbukti saya keluarkan biaya yang tidak tercantum pada kwitansi sebagai bukti pembayaran pajak yang saat terima termasuk pada STNK.

Kalimat berkata “BEBAS” itu asumsinya tidak dilarang, maka kalu saya boleh usul kepada kalimat ” BEBAS” diganti dengan kalimat “TANPA” jadi benar-benar bersih dan tidak ada berbagai praktek maksiat sama sekali dikantor pelayanan masyarakat terpadu seperti di Samsat itu.

Bukti dikantor itu masih ada praktek maksiat di STNK biayanya nihil, tapi bagi wajib pajak masih dibebankan biaya Rp.80 ribu, sehingga dana yang dikeluarkan membengkak dan tidak sesuai dengan yang tertera pada kwitansi pembayaran.

Untuk itu kata Mustaqim, melalui komentar saya ini agar kalimat “BEBAS” yang terdapat di kantor-kantor semacam itu supaya diganti dengan kalimat “TANPA”, usulnya seraya meninggalkan kantor Samsat setelah usaie menerima STNK kendaraanya.

Terpisah, Brahim di kantor Samsat Sekayu Musi Banyuasin terkait tulisan yang dimaksud dan terbukti di kantor Samsat itu diduga masih ada praktek korupsi dan aksi calo serta pungli.

Dia mengungkapkan bahwa ada wajib pajak BBN diminta membayar Rp.80 ribu diloket 1, tapi tanpa ada dikwitansi bukti setor, ketika membayar di Bank pada STNK tidak ada biaya BBN.KB dan dikosongkan.

Maka dana Rp.80 ribu yang diminta petugas diloket 1 itu perlu dipertanyakan, karena tak jelas penggunaannya, sebab tidak tertera di kolom adm di STNK kendaraan, wajar jika dikantor Samsat terdekat ada tulisan “BEBAS”, tukasnya.

Sayangnya sampai berita ini sudah dikirim keredaksi dari pihak Samsat belum ada yang bisa dimintai konfirmasinya.(IP07)

LEAVE A REPLY