Beranda Hukum Jika Ada Orang Dalam Yang Terlibat, Sangsinya ‘Pecat’

Jika Ada Orang Dalam Yang Terlibat, Sangsinya ‘Pecat’

447
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Tindakan keras dari pihak Pertamina Persero dalam memberikan sangsi akan diterapkan bagi karyawan atau orang dalam yang terlibat dalam kasus penyelundupan 1.200 ton minyak mentah dari KMT Andhika Arsanti ke KMT Merlion yang berbendera negara Saint Kitts and Navis, di perairan Tanjung Kampeh, Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin, yang berhasil diungkap Dit Pol Airud Polda Sumsel beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan, Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR II, Makasim kepada awak media, kemarin.

“Dengan adanya peristiwa ini, tentu kedepan kami akan sangat berhati-hati. Kami akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait, tentunya akan menjadi evaluasi kami ke depan. Beruntung, minyak mentah ini tidak hilang, dalam artian minyak ini berhasil diamankan, usai proses kepolisian berjalan, minyak ini akan dikembalikan lagi ke pihak Pertamina. Jika dalam proses kepolisian ini terdapat orang dalam atau karyawan kami yang terlibat, maka kami akan berikan tindakan tegas. Bila terbukti dia pasti diberikan sangsi ‘pecat’. Kami tidak akan tolerir bagi pelaku seperti ini,” ujar Makasim saat dibincangi diruang kerjanya.

Dikatakan Makasim, sejak duduk dibangku Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR II tahun 1989, baru kali ini terjadi penyelundupan minyak mentah ini.

“Baru ini kejadian yang saya terima. Dari tahun 1989, hanya terjadi pencurian minyak sediriken atau satu tong saja, namun kali inilah baru terungkap yang besarnya. Sejauh ini pengawasan dan tim kami cukup cermat dalam mengawasi dan memeriksa tibanya minyak ke tempat yang dituju, waktu, ukuran dan tempatnya pun tepat pada waktunya. Namun, dengan kejadian ini akan tetap menjadi pelajaran. Kini kami serahkan sepenuhnya dengan pihak kepolisian, semoga semua pelaku dapat tertangkap,” tutupnya penuh harap.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ditpolair Polda Sumsel berhasil menggagalkan penyelundupan 1.200 ton minyak mentah dari KMT Andhika Arsanti ke KMT Merlion yang berbendera negara Saint Kitts and Navis, di perairan Tanjung Kampeh, Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Empat nahkoda dan mualim dari dua kapal tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan diawali saat bongkar muat pada Kamis (23/6) dini hari. Dimana KMT Merlion Dua sudah memuat 600 ton dan sedang berlangsung pemuatan 600 ton lagi.

KMT Andhika Arsanti memuat minyak yang didapat dari perairan Muntok, Bangka Belitung. Kapal tersebut membawa 27 anak buah kapal yang dinahkodai EZ. Sementara KMT Merlion Dua membawa sembilan ABK, dua diantaranya WN Myanmar. Dari manifes, KMT Andhika Arsanti harusnya mengirim ke Pertamina, ternyata diselundupkan. (agustin selfy)

LEAVE A REPLY