Beranda Muara Enim Intensitas Hujan Tinggi, Warga Bara Lestari Terisolir

Intensitas Hujan Tinggi, Warga Bara Lestari Terisolir

521
0
BERBAGI

 

Tanjung Enim, HS.-

Intensitas hujan yang tinggi khususnya terjadi di Kecamatan Lawang Kidul merupakan anugerah sekaligus derita bagi masyarakat yang ada di wilayah relokasi PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim  tepatnya di Desa Keban Agung komplek perumahan Bara Lestari 1 dan 2 Desa Kebonagung Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim.

Untuk kami yang berada di Kompleks Perumahan Bara Lestari 1 tidak terlalu Riskan jika ingin mengantar anak sekolah atau pergi ke pasar dengan menggunakan kendaraan motor namun diakui bahwa jalan yang becek dan licin sudah diberikan pengerasan berupa batu setidaknya mengurangi risiko terjatuh ungkap Syamsudin warga Bara Lestari 1 Selasa (12/2/19)

Akan tetapi untuk tetangga kami yang berada di Bara Lestari 2 tentu faktor hujan yang tinggi merupakan derita bagi warga setempat jika ingin melakukan aktivitas keluar rumah karena jalan masih berupa tanah merah dan jika hujan yang terus dan deras otomatis sangat licin jelasnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh dua orang ketua RT setempat masing-masing Ujang dan Udin Surya, bawa saat ini kita masih menunggu realisasi yang disampaikan oleh manajemen PT Bukit Asam yang pada tahun 2011 lalu, saat melakukan sosialisasi terhadap warga yang akan direlokasi akan memberikan fasilitas yang layak dan manusiawi terhadap masyarakat.

Ya pada saat itu kami dari 4 warga meliputi Atas Dapur Karang Tinah, Karang Tengah dan sebagian Bedeng obak Kelurahan Pasar Tanjung Enim dan Lungga pada 30 September 2011 lalu melakukan rapat dengan manajemen PT BA bertempat di kamar bola Bukit Asam dan saat itu dijadikan berbagai fasilitas bagi warga yang akan direlokasi ,

Ditegaskan Udin Surya bahwa sosialisasi meliputi akses jalan keluar dan Jalan Utama akan di hotmix untuk jalan pembagi di aspal penetrasi namun hingga kini hanya beberapa bagian yang dilakukan pengerasan dengan Cor beton sementara Jalan Utama hanya di hamparan koral itu pun kami nilai belum maksimal ujarnya.

Saat ini kita hanya masih menunggu Kapan janji-janji tersebut sesuai dengan kesepakatan dan pada saat itu disaksikan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada yang menjadi penengah pada saat dilakukan sosialisasi dengan masyarakat yang direlokasi tutupnya (jazzi)

LEAVE A REPLY