Beranda Perisitiwa Hadapi Tiga Agenda Besar Karhutlah Curi Perhatian

Hadapi Tiga Agenda Besar Karhutlah Curi Perhatian

418
0
BERBAGI

Halosumsel-

Seperti dalam hal ini Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa memberi arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Pengelolaan Lansekap Ekoregion (Kolega) Sumsel, dalam rangka menciptakan South Sumatera Green Growth.
Di Ruang Rapat Lt. 3 Bappeda Prov.Sumsel Joko mengatakan, dalam mencegah karhutlah  tidak hanya menjadi tugas Pemerintah Provinsi Sumsel saja. Menurutnya keterkaitan elemen masyarakat tanpa terkecuali menjadi sarana yang tepat dalam mencegah karhutlah. Apalagi 2017 nanti dikabarkan lebih panas dan  lebih lama. Hal ini juga yang membuat Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin dengan perjuangannya berhasil meraih kesempatan diselenggarakannya Bonn Challenge High Level Meeting 9-10 Mei nanti.
Hadirnya Bonn Challenge nanti tujuannya untuk berkontribusi terhadap landskap hutan yang bakan membangun tujuan ganda antara kepentingan sosial dan lingkungan, mitigasi dan perubahan iklim. Sebagai informasi juga lanjut Joko, tantangan Bonn Challange adalah suatu inisiatif dan ide yang besar dari pemimpin-pemimpin dunia yang peduli perubahan iklim dalam melakukan restorasi lanskap hutan yang kritis.
“Oleh sebab itu forum diskusi seperti ini menjadi kegiatan yang sangat mengedepan dan strategis, terlebih dalam menyongsong tiga agenda besar dalam tahun yang sama, semua agenda akan terancam kalau ada karhutlah,” tegas Joko
“ Saya berharap dimensinya Focus Group Discussion ini berjangka panjang  sekaligus Saya berharap juga memiliki akses secara internasional, sehingga yang  dunia selalu menuntut Inndonesia sebagai paru-paru dunia betul-betul diselenggarakan pemeliharaannya secara seimbang,” harapnya
Masih Joko, Bonn Challenge akan dapat mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan dapat menghasilkan manfaat di tingkat lokal, nasional, Internasional. Bonn Challenge sendiri akan dihadiri oleh 30 Negara/perwakilan negara, CEO Internasional NGO serta 11 Gubernur di Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan ini Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, dan Narasumber Prof. Sri Damayanti

LEAVE A REPLY