Beranda Perisitiwa Dua BOT Akan Rampung Akhir Februari

Dua BOT Akan Rampung Akhir Februari

572
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Sekda Pemprov Sumsel H Mukti Sulaiman SH MHum meyakinkan dua rencana BOT (Buil Operate Transfer) pembangunan di Sumsel bakal rampung dalam bulan Februari 2016 inilah.
“BOT kita lagi penyelesaian perjanjian BOTnya sendiri. Saya sudah perintahkan Biro Hukum bersama BPKAD dan Pak Eddy Hermanto

(Konsultan Proyek untuk Pemprov Sumsel) untuk meneliti pasal per pasal. Tapi pada prinsipnya sudah. Tinggal ada beberapa item memang perlu kita konfirmasi dengan pihak ketiga, mitra BOT itu sendiri. Nah ini yang saya belum dapat laporannya. Kalau ternyata itu dapat dipenuhi ya, sudah jalan. Bulan ini, Februari,” ungkap H Mukti Sulaiman SH MHum di sela-sela meninjau kesiapan Gedung Palembang Sport and Convention Centre yang bakal dijadikan tempat pelantikan 7 Bupati/Wabup, Selasa (16/2/2016).
Disinggung adanya kekhawatiran BOT ini bakal batal terlaksana, Mukti membantahnya. Pasalnya BOT ini tinggal pemenuhan beberapa item saja.
“Kekhawatiran (BOT bakal gagal) sampai sekarang belum ada. Tinggal lagi pemenuhan beberapa item saja. Artinya yang dalam akta pendirian PT mitra BOT itu kan harus dia hadir langsung. Kemudian dukungan backup dari perusahaan grupnya harus tertulis, resmi. Itu saja sebetulnya,” katanya.
Seperti diketahui PT HSL Constructor Pte Ltd sudah resmi menjadi kontruktor yang membangun kawasan Jakabaring dengan fasilitas mewah.
Perusahaan yang merupakan bagian Temasek Group itu disebut-sebut bakal membangun banyak fasilitas. Mulai dari fasilitas olahraga, belanja, hotel, convention center, perkantoran dan rekreasi.
“Batal. Sudah lama. Sekarang yang ada dan sedang diproses hanya dua. Memang sebelumnya ada tiga,” kata Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah Laonma PL Tobing.
Ia menyebut batalnya rencana kerjasama pembangunan tersebut dikarenakan kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil. Dan hal itu mempengaruhi minat investor untuk menanamkan investasinya di Sumsel.
“Coba liat kondisi perekonomian dunia saat ini. Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun begitu, banyak investor yang berpikir dua kali untuk berinvestasi,” kata Tobing.
Awalnya, PT HSL Constructor Pte Ltd berencana membangun kawasan ekslusif di Jakabaring dengan lahan seluas 30,8 hektar. Disebutkan sebelumnya, PT HSL Constructor Pte Ltd yang berasal dari Singapura itu bakal menginvestasikan Rp1,8 triliun untuk membangun fasilitas yang direncananakan.
Sistem yang akan digunakan dengan BOT selama 30 tahun kedepan. Ada tujuh fasilitas proyek yang akan dibangun, seperti hotel dengan 500 kamar dan apartemen 400 kamar, retail belt, kantor (2 tower), theme park atau taman rekreasi diatas 7,5 hektar, convention center berkapasitas 20.000 orang, bowling alley diatas lahan 2 hektar, dan basket ball berkapasitas 12.000 kursi.
Perusahaan tersebut rencana awalnya akan dibangun selama dua tahun. Dan kini hal itu hanya sebatas rencana.
Mukti Sulaiman mengatakan, pada awalnya PT HSL Constructor Pte Ltd bakal dibangun di samping Kantor BSB Jakabaring dan di samping Lippo Mall di kawasan Jakabaring Sport Center.
“Kalau Temasek Group itu untuk yang Jakabaring. Kan dulu rencananya di Samping Bank SumselBabel itu akan dibangun di situ. Tapi itu ternyata karena kita mendapatkan Cabor hanya berkisar 11 sampai saat ini. Maka itu belum diperlukan. Dulu rencananya untuk membackup Asian Games. Tapi sekarang lahan sudah cukup. Tinggal lagi peningkatan,” tandasnya (sofuan)

LEAVE A REPLY