Beranda Ekonomi DPD UMKM Naik Kelas Sumsel Dikukuhkan

DPD UMKM Naik Kelas Sumsel Dikukuhkan

51
0
BERBAGI

Palembang, Halosumsel-

Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (DPD UMKM )Naik Kelas Sumsel Masa Bakti 2021 – 2026 dengan tema “Sosialisasi dan Konsolidasi Produk UMKM Sumsel Go Ekspor” di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (23/10/2021), di hadiri beberapa narasumber seperti dari Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, La maison de l’indonesie UNK Perancis dan DPD UNK Sumatera Selatan.

Kondisi permasalahan klasik UMKM adalah factor modal, kualitas produk dan pemasaran. Dengan adanya program UMKM Naik Kelas ini diharapkan adanya suatu perputaran bahwa UMKM harus naik kelas, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan ini merupakan suatu motivasi yang harus diberikan kepada UMKM.

Dari beberapa permasalahan UMKM, ada 5 pengelompokan industri kecil menengah dan besar yaitu industri sandang, industri sandang dan kulit, industri bahan bangunan, industri logam dan jasa dan terakhir industri pangan yang semuanya ada komoditasnya. Komiditas apa yang dibutuhkan industri yang berorientasi pasar karena Sumsel punya potensi sumber daya alam, punya tekad. Ketika permasalahan utama yaitu pemasaran sudah dikuasai, faktor modal dan faktor lainnya bisa menyusul.

Salah satu keluhan UMKM Sumsel untuk masalah rempah di Pagar Alam yang mengeluhkan harganya yang sangat rendah, seperti harga lengkuas Rp. 2.000 / kg, kunyit Rp. 1.800,- / kg dan sereh Rp. 2.000,- / kg, yang diambil dari petani. Harapan dari UMKM Naik kelas ini, para petani di Sumsel dapat terbantu dengan adanya program ini. Ada juga masalah petani Kakao di Pagar Alam, karena tidak ada pasar dan harga yang menunjang, sehingga semua kebun Kakao di babat habis. Para petani berharap mendapat hasil yang maksimal dari program UMKM Naik Kelas ini.

Ada juga keluh kesah dari Petani dari Musirawas yang juga sebagai Ketua Himpunan Aliansi Petani Organik Sumatera Selatan yang membina 6 kabupaten 1 Kota sebanyak 800 kelompok tani dengan gratis sebagai narasumber. Sebagai kelompok tani, masyarakat sebetulnya mempunyai usaha dan kreatifitas yang tinggi yang menunjang perekonomian keluarga khususnya Ibu-ibu dalam membantu suaminya. Ketika dibenturkan dengan perizinan, diharapkan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam program UMKM Naik Kelas ini, agar pemerintah daerah melalui Bupati, dinas-dinas terkait mencari solusi agar UMKM ini terbantu dimana para UMKM ini kesulitan mengurus sertifikat Izin Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT usaha mereka yang akhirnya produk mereka di konsumsi sendiri dan juga petani yang membutuhkan peralatan pasca panen yang sesuai standar. (Manda sari)

LEAVE A REPLY