Beranda Banyuasin Awak Media Serempat Cabut Berkas Kerjasama di Sekwan Banyuasin

Awak Media Serempat Cabut Berkas Kerjasama di Sekwan Banyuasin

48
0
BERBAGI

Banyuasin, Halosumsel– Dianggap tidak transparan dalam kerjasama publikasi di Sekertaris Dewan (Sekwan), terkait anggaran publikasi tahun anggaran 2021 dengan puluhan awak media yang bertugas di wilayah Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang tergabung dalam wadah kewartawanan Ikatan Wartwan Online (IWO) secara berame-rame mencabut berkas kerjasamanya.

Sekretaris Dewan melalui Kepala Bagian Persidangan dan Per Undangan-Undangan Ahmad Arpin didampingi Kepala Sub Bagian Humas (Kasubbag Humas), Candra, dikatakan kepada media yang turun dilapangan Jum’at yang lalu, bahwa dirinya tidak bisa memperlihatkan berapa ada media yang sudah mengajukan kerjasama di sekretariat dewan, hal tersebut diduga telah mengabaikan undang-undang keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

“Kita tidak bisa memperlihatkan rekap jumlah media yang sudah masuk, karena harus ada izin terlebih dahulu dari pimpinan, intinya kalau barang sudah masuk susah untuk keluar”, sambung Kabag Persidangan dan Per Undangan – Undangan Ahmad Alpin beberapa saat yang lalu menanggapi pertanyaan awak media.

Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber bahwa untuk anggaran publikasi per media untuk 2021, melalui sekretariat Dewan nilainya Rp 2.000.000 untuk media online dengan 4 kali tayang dan Rp 4.000.000 untuk media cetak 2 kali tayang, Dianggap tak berimbang, maka para awak media menolak kerjasamanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Banyuasin Deni Irawan ngaku sangat menyayangkan, ketidaktransparan tim sekwan Banyuasin dan dinilai justru ciptakan tanda tanya banyak pihak, bahkan kecilnya nilai dana yang dianggarkan dalam kerjasama antara pihak media dengan sekretariat dewan dan menimbulkan berbagai pertanyaan publik karena dianggap tidak transparan.

“Semestinya tidak ada yang perlu ditakutkan ataupun ditutupi, toh media mitra pemerintah, justru dengan kejadian itu terkesan ditutupi jumlah anggaran dan jumlah media sebagai mitra menimbulkan tanda tanya besar, ungkap Deni heran.

Lanjut dia, suatu kewajaran jika memang benar rumor yang beredar ada seratus lebih media yang mengajukan kerjasama, disitu yang dipertanyakan oleh awak media apa saja dan siapa wartawannya, selain pemberkasan lengkap mestilah ada wartawannya yang bertugas di Banyuasin sehingga tidak copy paste.

Selain itu juga perlu adanya transparan terkait nama-nama media yang ditakutkan tumpang tindih, misalkan ada 1 orang wartawan memegang 2 atau 3 media tentu itu menimbulkan ketimpangan dan memunculkan rasa ketidakadilan bagi rekan awak media lainnya, lambat laun akan menjadi persoalan, dan perlu kita sampaikan juga bukanya kami tidak boleh ada media luar masuk, tetapi jelas ada wartawannya yang bertugas di Kabupaten Banyuasin.” beberrnya.

Ditambahkan Deni, kami berpedoman pada UU KIP No 14 Tahun 2008, terkait penggunaan keuangan Negara. Bukan hanya kerjasama Media tetapi termasuk semua anggaran yang ada di Sekwan Banyuasin bisa dipertanyakan, bahkan kami dari IWO Banyuasin akan menarik berkas kerjasama yang sudah dimasukan teman-teman jika belum ada kejelasan,” tegasnya.

Sayangnya Sekwan Banyuasin Adam Ibrahim ketika akan dikonfirmasi ditempat kerjanya tidak berhasil dijumpai, menurut stapnya bahwa Bapak (Sekwan,red) sedang Dinas luar sehingga sampai beritanya diterbitkan dimedia ini belum ada yang memberikan tanggapan, (waluyo)

LEAVE A REPLY