Beranda Ekonomi Warga Sei Selayur Pertanyakan Janji PT Pusri

Warga Sei Selayur Pertanyakan Janji PT Pusri

760
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Warga Jalan Mayor Zen RT 23 dan 24 RW 07 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, mempertanyakan janji Humas PT Pusri Hajidin. Terkait ganti rugi puluhan rumah warga yang rusak akibat proyek pembangunan pabrik NPK Fusion PT Pusri Palembang. Pasalnya sejak mulai dibangun pada tahun 2014 hingga selesai dan mulai operasional di tahun 2016 ini, janji gantirugi untuk rumah warga yang rusak tak kunjung terealisasi.

“ Sejak pemasangan paku bumi untuk bangunan pabrik NPK tersebut, pada tahun 2014 lalu rumah warga di sekitar pabrik diantaranya RT 23, RT 24 dan kawasan Kapling 2, mulai banyak yang rusak. Dari plafon yang jebol, lantai dan dinding rumah juga banyak yang retak. Bahkan beberapa fasilitas milik pemerintah seperti puskesmas di kawasan ini juga terkena dampaknya,” terang Agustina Ketua RT 23.

Menurut Agustina, untuk lingkungan RT 23 saja yang terdata tak kurang dari 23 rumah warga yang rusak. Dan di kawasan Kapling 2 ada sekitar 40 rumah, belum lagi di RT 24. Pada bulan Februari 2016 lalu mereka telah mendatangi PT Pusri terkait permasalahn tersebut, ketika itu mereka diterima oleh Humas PT Pusri, Hajidin.

“ Dalam pertemuan tersebut Humas PT Pusri Hajidin berjanji akan memberi gantirugi untuk rumah warga yang rusak akibat setelah pembangunan Pabrik NPK selesai pada tahun 2016. Namun setelah Pabrik selesai, tak ada tanda-tanda realisasi dari janji tersebut,” ungkap Agustina.

Dan pada tanggal 10 Mei 2016 lalu, warga RT 23 dan 24 kembali mendatangi PT Pusri untuk menagih janji. Hasilnya, warga kembali harus gigit jari karena pihak PT Pusri melalui Humasnya Hajidin belum dapat memberi kepastian prihal gantirugi tersebut. Dan meminta warga RT 23 dan 24 untuk bersabar.
“ Warga sudah cukup lama bersabar, tapi sampai berepa lama lagi ? Karena dari pertemuan itu, hingga hari ini Kamis (2/6) tak pernah sekali pun Humas PT Pusri menghubungi kami untuk pendataan. Sekarang ini warga mulai resah dengan permasalahan ini, ” keluh Agustina.

Berdasarkan informasi, tambah Agustina. Beberapa waktu lalu, pihak PT Pusri telah melakukan pendataan rumah warga yang rusak akibat pembangunan Pabrik NPK di kawasan Kapling 2.

“ Nah, bagaimana dengan warga yang ada di RT 23 dan 24 ? yang mengalami kerusakan paling parah jika dibandingkan daerah lain. Jangankan didata. Dihubungi pun tidak,” ujarnya.

Untuk itu, mewakili warga RT 23 dan 24, Agustina minta agar pihak PT Pusri. Segera merealisasikan janjinya tersebut, dan jangan tebang pilih.

Hal senada juga disampaikan Neliyanti, warga RT 24 yang plafon rumahnya jebol dan retak dinding rumah sejak awak pembangunan pabrik NPK pada tahun 2014 lalu.
“Rumah saya rusak, sejak awal pemasangan paku bumi untuk pabrik itu,” ujar Nely.

Menurut Nely, ia tidak menuntut banyak. Jika pihak PT Pusri tidak mau memberi uang ganti rugi untuk kerusakan rumahnya. Ia tak kebaratan jika Pusri mengirim tukang dan material banguanan untuk memperbaiki rumahnya.

“Bagi saya yang penting rumah saya diperbaiki seperti semula,” katanya. (agustin selfy)

LEAVE A REPLY