Beranda Kriminal Tim Tekab 134 Polresta Palembang Tembak Begal Sadis

Tim Tekab 134 Polresta Palembang Tembak Begal Sadis

93
0
BERBAGI

Palembang, HS-

Untuk kesekian kalinya, Tim Tekab 134 Polresta Palembang, pimpinan Iptu Tohirin berhasil melumpuhkan salah satu begal sadis yang memang sudah tercatat sebagai Target Operasinya (TO) sejak dua pekan terakhir. Chandra Alias Alek (23) warga Lorong Baru I RT Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I, akhirnyanya ‘nyerah’ setelah butiran timah panas etugas menembus kakinya saat diringkus di Jalan Bungaran V Kelurahan 8 Ulu, Sabtu (20/4).

Dengan menggunakan modus berpura-pura motor mogok, lantas meminta pertolongan untuk step, ternyata pelaku menodong korbannya dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku merampas
Unit Sepeda Motor Yamaha Mio GT tahun 2014 Warna Putih Nopol BG 2584 ACC dan Hp Merk Xiomi Redmi2 warna hitam, milik korban Febriansyah (16) warga Jalan Kimerogan Lorong Mataram Kecamatan Kertapati, saat melintas di Jalan Gubernur HA Bastari, Perumahan tipe 100, tepatnya dekat Masjid Chenghoo Kelurhaan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring, Kecamatan Seberang Ulu I pada 21 Februari 2019 pukul 17.00 WIB.

“Berangkat dari laporan korban inilah kita langsung lakukan penyelidikan. Tersangka ini berksi tidak sendiri, melainkan dibantu kedua temannya, IN dan AL. Kini anggota kita masih kejar terus keduanya, mudah-mudahan cepat tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH melalui Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukman, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Tersangka yang pernah dihukum di Rutan Merdeka dalam kasus yang sama ini, terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat pengembangan.

“Ya, terpaksa kira tembak di kakinya. Tersangka ini terbilang sadis, jika korbannya melawan, mereka tidak segan-segan melukai bahkan menghabisi nyawa korbannya,” tambahnya.

Sementara tersangka, saat diwawancarai mengaku khilaf dan dilakukan atas pengaruh minuman keras.

“Sebelum beraksi kami minum-minuman keras bersama. Setelah itu, kami berbagi tugas, kebetulan tugas saya mengendarai motor korban. Kini motornya telah kami kembalikan, namun handphonenya sudah kami jual dan uangnya, masing-masing mendapatkan Rp 75 ribu. Uangnya pun sudah habis hari itu juga,” tutur tersangka merintih kesakitan, memegangi kakinya.(fhy)

LEAVE A REPLY