Beranda Banyuasin Therapy Community Khusus Bagi Tahanan Narkoba

Therapy Community Khusus Bagi Tahanan Narkoba

393
0
BERBAGI
Halosumsel.com-
Lapas kelas III C Banyuasin yang mayoritas tahanan narkoba, akan menerapkan metode terapi penyembuhan ketergantungan Narkoba dengan methode penyembuhan Therapy Comunity.

Therapy tersebut dilakukan oleh para tahanan yang dianggap sudah bebas dari Narkoba kepada para tahanan yang lain yang masih ketergantungan narkoba.

Therapy ini dari rekan mereka sendiri, dan jadi program mengisi hari hari selama di Lapas.

Proses rehabilitasi tersebut telah diterapkan di beberapa lapas diantaranya Lapas Narkoba Muara Enim serta Lapas Narkoba Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.

Hal ini terungkap saat sosialisasi kepada 120 Narapidana Pengguna narkoba di Lapas Kelas III C Kabupaten Banyuasin, Kamis. (11/08).

Sosialisasi Gelombang I dari BNN Propinsi Sumsel,  sebagai narasumber Ika Wahyuniadiarty Mkes, MM. dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kalapas Kelas III C Herman Sawiran, Kepala Dinas Sosial Banyuasin, Roni Utama. Kasatres Narkoba Banyuasin AKP. Liswan, dan para ulama yang ada di Ponpes serta para tahanan.

Terapi Gelombang pertama tersebut dilakukan agar para pengguna tidak lagi mengulangi dan memakai serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Metode rehabilitasi dilakukan secara kombinasi. Therapy religi, medis dan non medis, lalu therapy Comunity yang lazim digunakan oleh penjara penjara Narkotika di Negara Amerika,” ungkapnya.

Therapy yang para pengguna terima bermacam-macam tidak selalu menerima pengobatan secara medis namun juga materi agama selain itu juga diberikan therapy herbal dan Kedekatan seperti mengadopsi dari therapy di Amerika.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas III C Kabupaten Banyuasin didampingi Ady Kusuma Kasubag Keagamaan dan M. Reza Kasubag Keamanan Lapas Kelas III C, Kalapas Herman Sawiran mengatakan kalau program therapy comunity tersebut baru dilakukan dan keberhasilan akan therapynya belum bisa diketahui.

“Kalau dilihat keberhasilannya therapy ini belum bisa dikatakan berhasil mengingat saat bebas yang mengontrol bukan pihak lapas lagi,”ucapnya.

Untuk mayor (Pelatih) yang dilibatkan dalam therapy Comunity nantinya adalah tahanan yang sudah tidak lama lagi bebas. Sedangkan therapy teligius ada Ustad, dan therapy medis adalah dokter.

“Kami berharap para napi yang akan bebas dapat menularkan ilmunya selama ini, karena selama dipenjara clean (bersih, red) menjalani hari hari tanpa Narkoba,” Katanya. (waluyo)

LEAVE A REPLY