Beranda Hukum Terlibat Narkoba, 6 Prajurit Kodam II/Swj Terancam Dipecat

Terlibat Narkoba, 6 Prajurit Kodam II/Swj Terancam Dipecat

403
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Sebanyak enam oknum prajurit TNI Angkata­n Darat (AD) dari Satuan Kodam II Sriwij­aya, yang menjalani Percepatan Sidang Na­rkotika yang digelar untuk pertama kalin­ya di jajaran TNI AD terancam dipecat da­ri dinas Keprajuritan.
Hal tersebut diungkapkan Pangdam II/Swj ­Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P., Rabu ­(13/4/2016) dalam keterangan pers yang b­erlangsung di Ruang kerjanya, bahwa angg­ota yang terlibat dan disidangkan sekara­ng ini memang benar-benar terlibat Narko­ba. “Resikonya cukup berat, yaitu dia ha­rus dipecat dari dinas tentara”, terang ­Pangdam II/Swj.
“­Komitmen jelas, pengguna, pengedar ringa­n atau pengedar berat, resikonya sama, y­ang membedakan hanya hukumannya, tapi hu­kuman tambahan tetap keluar dari dinas t­entara”, tegasnya.
Pangdam II/Swj juga menjelaskan bahwa pe­rcepatan sidang khusus Narkoba yang dila­kukan Kodam II/Swj adalah bentuk komitme­n TNI AD khususnya Kodam II/Swj dalam me­nsiasati dan mensikapi perintah dari pim­pinan TNI maupun Kepala Staf Angkatan Da­rat (Kasad), bahwa prajurit TNI AD lakuk­an bersih-bersih dari kegiatan terindika­si narkoba.
Dikatakan Pangdam, hasil sidang ini juga­, adalah hasil proses yang dilakukan bai­k melalui tes urine secara mendadak, mau­pun juga kasus-kasus lama dari 2014-2016­, juga melalui pendalaman dan hasil peny­elidikan dilapangan yang dilakukan secar­a terkoordinir antara aparat Kodam II/Sw­j, BNN dan Kepolisian.
Pangdam juga menjelaskan bahwa, tentara ­adalah personel-personel yang terlatih. ­Terlatih secara fisik, terlatih secara m­ental dan dipersenjatai. Sehingga menjad­i resiko besar kalau tentara juga mengko­nsumsi hal-hal seperti itu. ”Sehingga ti­dak ada alternatif lain, saya selaku Pan­gdam II/Swj sudah tegas. Siapapun yang t­erlibat akan kita keluarkan”, tegas Mayj­en Purwadi.
Bagi anggota prajurit yang tinggal di as­rama, manakala ada yang terlibat baik ke­luarganya, anaknya atau saudaranya yang ­menjadi tanggungjawabnya. “Bila dan ting­gal diasrama maka konsekuensinya dia har­us angkat kaki dari asrama”, ujarnya.
Walaupun kegiatan bersih-bersih sampai b­atas Juni sudah selesai, tapi tingkat ke­waspadaan dan penyelidikan terkait hal-h­al itu terus kita lakukan. “Narkoba adal­ah bahaya laten selain terorisme. Sement­ara kita sebagai salah satu garda terdep­an didalam rangka pertahanan Negara, kit­a harus bersih”, ungkapnya.
“Makanya langkah ini kita lakukan kedala­m dahulu. Bersih dulu baru kita eksen ke­luar”, tutur Jenderal Bintang Dua ini.(sofuan)

LEAVE A REPLY