Beranda Kriminal Tekab 134 Sapu Kawanan Begal

Tekab 134 Sapu Kawanan Begal

424
0
BERBAGI

Halosumsel.com –

Sejak dibentuknya tim Tekab 134 Polresta, binaan Kasat Reskrim, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH dipimpin Ipda Daniel tidak main-main. Sedikitnya sembilan pelaku begal yang kerap beraksi di Jalan Mayor Zen tepatnya depan PT Pusri Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni pada Selasa (17/1) sekitar pukul 04.00 WIB berhasil disapu jajaran ini.

Dari sembilan pelaku tersebut terbilang masih dibawah umur, sangat disayangkan dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan butiran timah panas petugas karena mencoba kabur saat hendak diringkus.

Sembilan pelaku tersebut tidak lain, Ando (14), Riski (14), Agung (16), Fernado (11), Marcel (17), Rangga (17), dan Robi yang masih berstatus pelajar sekolah SMP. Dan dua pelaku lainnya yang putus sekolah, yakni Dimas (16) dan Aprial (17). Kini para pelaku masih terus menjalani pemeriksaan penyidik untuk pengembangan lebih lanjut.

“Dari sembilan pelaku yang diamankan, kami terima tiga laporan pencurian dengan kekerasan yaitu Agung (19) warga Jalan Taqwa Mata Merah Lorong Kelapa Sawit, Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni, yang menyebabkan korban meninggal dunia, sebelumnya sempat mendapat perawatan di RSMH Palembang. Lalu, Softyan Saref (20) warga Jalan Mayor Zen Lorong Komja Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni, yang mengalami luka bacok di Punggung dan Haldi Kurniawan (18), warga Jalan Tagwa Mata Merah, Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni, mengalami luka-luka disekujur tubuh,” urai Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono SIk SH MH didampingi Kasat Reskrim Polresta, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH kepada awak media, Selasa (17/1) siang.

Dikatakan orang nomor satu di Polresta itu, setelah mendapat laporan para korban, pihaknya langsung melakukan olah TKP, mengumpul data dan memeriksa para saksi.

“Setelah mendapat kesimpulan, barulah kami lakukan penangkapan. Dari sembilan pelaku itu, kami juga mengakankan barang bukti berupa celurit, batu bata, kayu balok yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Kini mereka akan kami jerat pasal 363 KUHP ayat 4 dengan ancaman penjara seumur hidup,” tegasnya.

Ketika diwawancarai sejumlah wartawan, tersangka Ando mengaku awalnya terjadi tawuran, bukan sengaja untuk melakukan aksi begal.

“Semula kami mengincar suporter singa mania miras, namun kami salah sasaran pak. Melihat korban boncengan pada malam hari, kami pun beramai-ramai mengeroyoknya,” jelas Ando.

Sementara tersangka Riski mengaku, dirinya hanya ikut-ikutan saja.

“Saya hanya ikut melempari korban dengan batu pak, tidak lebih dari itu. Saya tidak tahu akan jadinya seperti ini. Saya malu pak” tuturnya tertunduk. (agustin selfy)

LEAVE A REPLY