Beranda Muara Enim Tanjung Enim Menuju Kota Wisata Antara Harapan Keseriusan

Tanjung Enim Menuju Kota Wisata Antara Harapan Keseriusan

653
0
BERBAGI

Muara Enim,HS-

Program Tanjung Enim sebagai tujuan wisata yang dicanangkan oleh PT Bukit Asam TBK Tanjung Enim pada tahun 2016 lalu banyak melibatkan berbagai pihak utamanya Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Seiring berjalannya program tersebut telah dibangun pula berbagai sarana umum untuk masyarakat seperti taman love, jogging track and Zoo dan sarana lainnya yang berada di dekat kantor pusat PT Bukit Asam Tanjung Enim.

Komitmen yang kuat oleh manajemen PT Bukit Asam dalam menciptakan kota Tanjung Enim sebagai Kota tujuan wisata tentu sangat dinanti sekaligus di kritisi  oleh masyarakat.

Salah satunya adalah kritisi yang dilontarkan oleh mantan Sekretaris Daerah sekaligus tokoh masyarakat Muara Enim H Taufik Rahman SH.

Saat dimintai tanggapannya pada Minggu  Akhir pekan, (6/7/19) terkait program yang digadang-gadangkan oleh perusahaan kelas Wahid ini dalam menciptakan kota Tanjung Enim sebagai Kota tujuan wisata yang diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,

Menyambung tanggapan Taufik Rahman terkait program Tanjung Enim Sebagai tujuan wisata itu tidak salah akan tetapi jika di tanya oleh para wisatawan / turis dari luar daerah dan luar negeri, ke kota Tanjung Enim, lantas apa yang akan kita jawab atau sarana apa yang kita jual ? tanya Taufik

Yang pertama apa yang menjadi indikator dalam menciptakan Kota wisata yang kedua apa yang akan dijual ketika ada orang datang atau berkunjung.di Tanjung Enim dengan.tujuan ingin melihat kota Tanjung Enim yang gencar dengan.program kota wisatanya.

Kenapa tidak memanfaatkan sarana yang ada terdahulu seperti Taman Hutan Rakyat H Kalamudin Djinab yang ada dan telah diresmikan di.Bukit Kancil Muara Enim.

Dikatakannya  bahwa Tahura Kalamudin sudah jelas peruntukannya di samping itu sudah ada Perda dan uji kelayakan pun sudah siap sejak dulu lantas
kenapa tidak.memanfaatkan sarana itu saja.

Sementara peresmian pencanangan hutan rakyat tersebut sudah dilakukan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam saat itu Milawarma Bersama Menteri Kehutanan RI  saat itu Zulkifli Hasan.. lantas kenapa sarana yang telah dijanjikan akan dibuat berbagai laboratorium penelitian dan pusat kajian flora dan fauna tak kunjung di laksanakan ungkapnya.

Sementara salah dari pemuda asal Tanjung Enim Yudhi Pragusta menyebut bahwa jika sarana di bangun.oleh PT BA merupakan.kewajaran selain itu pula bangunan dan sarana ini hanya menunjukkan.ke masyarakat bahwa Perusahaan sangat peduli,  tidak kah kita kita berpikir bahwa penghijauan arau reklamasi merupakan kewajiban utama bagi perusahaan Tambang. dan dimana penghijauan itu kalau saya boleh tau.tidak kah kita berpikir bahwa dahsyatnya debu di kota ini sudah menggila  tanya nya. (jazzi)

LEAVE A REPLY