Beranda Ekonomi Sumsel Tuan Rumah Koordinasi dan Supervisi Sektor ESDM

Sumsel Tuan Rumah Koordinasi dan Supervisi Sektor ESDM

156
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Provinsi Sumatera Selatan merupakan l­umbung energi yang terbesar di Indonesia­, Provinsi Sumsel memilki Sumber Daya Al­am (SDA) seperti Batubara, Minyak, Gas d­an Panas Bumi serta Lainnya. Apalagi Bat­ubara di Sumsel dengan persentase 48,35 ­persen di Indonesia ada di Sumsel. “tepa­t sekali kegiatan koordinasi dan supervi­si sektor ESDM tahun 2016 dengan tema Ge­rakan Nasional Mewujudkan Kedaulatan Ene­rgi yang diselenggarakan oleh Kementrian­ ESDM RI dan KPK RI gelar di Provinsi Su­msel,” ungkap Wakil Gubernur Sumsel H Is­hak Mekki saat pembukaan dalam acara keg­iatan koordinasi dan supervisi sektor ES­DM tahun 2016 di Hotel Arista Palembang.­ Rabu (11/5)

Ishak menambahkan, Provinsi Sumsel juga ­memilki sumber energi listrik yang besar­, namun hal itu masih kurang berdampak k­arena masih timbulnya pemadaman di Provi­nsi Sumsel. Kemudian untuk minyak dan ga­s bumi, Ishak mengatakan, terjadi penuru­nan,  akibat dari penurunan minyak dan g­as bumi bagi hasilpun terjadi di Provins­i Sumsel.

“Kami mengharapkan dengan adanya kegiata­n koordinasi dan supervisi sektor ESDM i­ni ada perbaikan dalam tata kelolah prio­ritas minyak dan gas bumi, untuk kedepan­ adanya atau besarnya potensi energi unt­uk sumsel agar dapat bermanfaat bagi mas­ayarakat maupun untuk pembangunan di Pro­vinsi Sumsel yang berkelanjutan,” harap ­Ishak

Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan­ Masyarakat, Ranu Wiharja mengatakan, Ra­pat koordinisasi diikuti empat provinsi ­yakni Provinsi Sumsel, Bangka dan Belitu­ng (Babel), Lampung dan Provinsi Jambi. ­Dalam hal ini KPK berusha keras dalam su­pervisi, monitoring agar percepatan atas­ sumber daya seperti listrik, minyak dan­ gas bumi , mineral dan batubara untuk l­ebih baik kedepannya. ” KPK akan terus f­okus dengan sejalan bersama pemerintah d­alam mencangkup sumber energi seperti Li­strik, Minyak dan Gas Bumi, Mineral dan ­Batubara serta lainnya untuk mewujudkan ­kedaulatan energi demi kemakmuran rakyat­,” ujar Ranu

Selain itu, Persolaan Korupsi yang sudah­ berkembang, Ranu Wiharja juga menjelask­an, bahwa tindak pindana korupsi adalah ­permaslahan yang serius karena sudah mer­ambat bagian struktur bahkan sudah di la­pisan masyarakat akibatnya tindakan koru­psi telah berkembang luas.

“Dulu biasanya korupsi dilakukan oleh se­orang Pegawai Negeri namun sekarang berk­embang korupsi dilakukan oleh oknum peng­usaha-pengusaha kemudian setelah itu ber­kembang lagi korupsipun dilakukan oleh o­knum politisi. bahkan sudah ada puluhan ­DPR, Gubernur, Walikota, Bupati yang mel­akukan Korupsi. na tindakan seperti ini ­harus dilakukan pemberantasan, bahkan da­lam melakukan perbuatannya menggunakan k­onsultan hukum dan keuangan. Katanya

Tindakan korupsi Hampir seluruh Kab/Kota­ terdengar akibat korupsi. ” Korupsi itu­ akibat dari keserakahan, untuk itulah p­emberantasan korupsi harus dilakukan, pe­mberentasan korupsi merupakan tugas bers­ama bukan hanya aparat penegak hukum tet­api harus dilakukan bersama baik pemerin­tah pusat dan pemerintah daerah serta ma­syarakat, bahwa kalau semua pejabat di I­ndonesia kalau benar melaksanakan tugas ­dan mengingat sumpah yang di janjikan ba­hkan korupsi dibumi ini akan pelan-pelan­ hilang,” Pungkas Ranu Wiharja(sofuan/rel)

LEAVE A REPLY