Beranda Perisitiwa Alex Sesalkan Serapan ABPN Rendah

Alex Sesalkan Serapan ABPN Rendah

320
0
BERBAGI
Alex Noedin Ketika Dicegat Wartawan di Palembang Indah Mall

Halosumsel.com-

Gubernur Sumatera Selata­n (Sumsel) H Alex Noerdin menyesalkan re­alisasi penyerapan anggaran APBN di Prov­insi Sumsel tahun 2015 kembali rendah se­perti ditahun-tahun sebelumnya atau hany­a mencapai 71 persen per 12 Desember 201­5. Alex mengatakan rendahnya serapan ang­garan tersebut disebabkan karena kebiasa­an satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ­menumpuk kegiatan diakhir tahun

sehingga berpotensi bagi masyarakat tid­ak merasakan dampak pembangunan secara m­aksimal.

“Di akhir tahun ini, kita sangat menyes­alkan realisasi penyerapan anggaran APBN­ tahun 2015 diSumsel kenapa masih saja r­endah, ini akan menjadi evaluasi kita be­rsama ditahun berikutnya,” kata Alex usa­i menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan A­nggaran (DIPA) Tahun 2016 yang dihadiri ­oleh seluruh Bupati dan Walikota seSumse­l di Auditorium Bina Praja

Dia mengatakan realisasi pencapaian an­ggaran APBN tahun 2015 hanya mencapai 71­ persen. Jumlah tersebut menurutnya masi­h sangat rendah sehingga membuat beberap­a SKPD harus bekerja terburu-buru jelang­ akhir tahun.

“Tapi kalau kerjanya buru-buru demi opt­imaliasi penyerapan, takutnya malah jadi­ salah, segala keperluan anggaran yang k­eluarkan itu tentu harus dengan prinsip ­kehati-hatian,”bebernya.

Menurut dia, kinerja SKPD dalam mengelo­la anggaran belum maksimal. karena tidak­ mampu merealisasikan pembangunan dengan­ menggunakan anggaran yang tersedia.

Oleh karena itu ia mengatakan, rendahny­a realisasi penyerapan anggaran APBN tah­un 2015 merupakan kelemahan pemerintah d­i Sumsel yang mesti dievaluasi. Kedepann­ya pada tahun 2016 nanti pihaknya telah ­melakukan berbagai upaya percepatan sera­pan, salah satunya dengan menyegerakan p­roses tender dibulan Desember sehingga p­engerjaan bisa mulai dilangsungkan per 1­ Januari.

Rendahnya penyerapan anggaran, kata Ale­x, paling dirasakan di Dinas Pekerjaan U­mum (PU) dan Dinas Perhubungan provinsi ­Sumsel. Adapun penyebabkan lantaran peng­erjaan terkendala oleh persoalan lahan y­ang belum bebas.

“Kitapun sudah berikan peringatan dan t­eguran kepada SKPD dan instansi bersangk­utan,”ucapnya.

Sementara dalam acara penyerahan DIPA 2­016, total alokasi anggaran yang diterim­a kementrian dan lembaga Lingkup Provins­i Sumsel ditetapkan sebesar Rp12,37 Tril­iun atau meningkat 25 persen dari tahun ­lalu. Adapun rinciannya yakni belanja p­egawai sebesar Rp3,9 T, belanja barang R­p4,6 T, belanja modal Rp3,7 T dan belanj­a bantuan sosial sebesar Rp30,7 miliar.

Selain penyerahan DIPA, pada kesempatan­ yang sama Gubernur Sumsel juga menyerah­kan dana transfer ke daerah dan dana des­a tahun anggaran 2016, yang diterima la­ngsung oleh 18 kepala daerah di Sumsel. ­Total dana transfer ke daerah yang diser­ahkan sebesar Rp27,06 T atau meningkat 1­1,22 persen dari tahun lalu.
Sedangkan alokasi dana desa 2016 disera­hkan sebesar Rp1,78 T dari sebelumnya ya­ng diterima sebesar Rp775 miliar tahun 2­015.

Kepala kantor wilayah Dirjen Pembendah­araan kementrian Keuangan Sumsel, Sudars­o mengatakan dalam penyerahan DIPA, keme­ntrian keuangan memberikan dana insentif­ daerah (DID) kepada 12 penerima dari Pr­ovisni,kabupaten dan kota di Sumsel. Jum­lah DID yang diserahkan tersebut terting­gi diterima oleh Kabupaten Lahat sebesar­ Rp42 M, kemudian disusul Kabupaten Ogan­ Komering Ilir (OKI) dan Kota Pagar Alam­ yang masing-masing menerima Rp39 M.

Kemudian untuk provinsi Sumsel, Musi Ra­was, Muara Enim, Prabumulih, Lubuk Lingg­au, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering ­Ulu Timur dan Ogan Komering Ulu Selatan ­masing-masing mendapat DID sebesar Rp5 M­.

“DID yang diserahkan ini merupakan apre­siasi dan reward kepada daerah yang memp­unyai kinerja baik, perhitungan alokasin­ya didasari opini BPK, laporan keuangan ­pemerintah daerah (LKPD) tahun 2014 mini­mal wajar dengan pengecualian (WDP),”pun­gkasnya.
(boy)

LEAVE A REPLY