Beranda Banyuasin Satlantas dan DLLAJ Banyuasin Himbau Parida Dijalintim Distop

Satlantas dan DLLAJ Banyuasin Himbau Parida Dijalintim Distop

279
0
BERBAGI
Halosumsel.com-
Maraknya petugas yang tergabung dalam panitia pembangunan tempat ibadah yang aktipitasnya dilakukan diruas jalan lintas timur(jalintim) sumatera diwilayah kabupaten banyuasin dihimbau supaya mulai dihentikan, karena selain akan membahayakan bagi keselamatan petugas pencari dana (parida) juga sudah banyak dikeluhkan para pengguna jalan.

Apalagi saat sekarang diruas jalan yang terdapat diwilayah Kecamatan Betung sedang dilakukan perbaikan dari pihak Balai Besar Dirjen Bina Marga. Mengingat diruas jalan tersebut semakin padat dilalui berbagai kendaraan selama 24 jam secara berturut.

Salah seorang Tokoh masyarakat asal Desa Bukit Sumarno (42) kepada wartawan media ini mengatakan meminta kepada pihak petugas baik dari Kepolisian dan Dinas DLLAJ Banyuasin supaya menghentikan aktipitas Parida dijalan lintas itu, sebab selain kurang ethis sebagai umat Muslim melihat cara yang dilakukan bagian dari parida itu terlihat tidak profesional juga saat sekarang dipikir sudah mengganggu sangat terhadap aktipitas pengendara.

Dikatakan Sumarno, yang memalukan lagi pembagunan tempat ibadah yang ada didesanya itu padahal sudah dibantu pelaksanaan dari donatur dari Kwait Erimat Arab, masa masih membentuk parida dijalanan semacam itu.

Andaikata hanya kurang dana untuk tenaga kerjanya itu tidak harus meminta-minta dijalan seperti apalagi ditambah dengan mengumandangkan Sholawat segala segedar untuk meminta dana saja dan mengapa pihak penitia tidak membuat surat kepada Babap Bupati atau Bapak Ketua DPRD Banyuasin dengan mengajukan proposal termasuk kepada dermawan baik yang ada didesanya atau keberbagai perusahaan yang ada di Banyuasin ini,- cletuknya.

Kadishubkominfo Banyuasin Supriyadi saat diminta konfirmasinya melalui Kabid DLLAJ Arfan seperti yang dijelaskan oleh Rhomi diruang kerjanya mengatakan selain tidak mengeluarkan izin bagi Parida juga meminta agar pihak parida mengajukan surat berupa proposal kebupati bisa melalui pihaknya dan kami dapat lanjutkan berkordinasi dengan Bapak Bupati, karena dengan cara itu akan lebih profesional juga tidak ada yang dirugikan atau membahayakan bagi para parida itu sendiri.

Apalagi itu dana yang dibutuhkan untuk kegiatan keagamaan, tentu bapak bupati akan lebih meresponnya, bahkan kemungkinan bisa direkom oleh Bapak Bupati kepada seluruh SKPD yang ada di Banyuasin ini.

Rhomi juga mengaku bahwa pihaknya sudah memberikan himbauan kepada para Parida yang terdapat di sepanjang jalan dalam wilayah Banyuasin ini, namun hanya sebatas itu yang dapat dilakukan, selebihnya itu kembali kepada kehebatan para Kades atau Lurahnya, karena kami tida dapat memberi izin juga tidak dapat melarangnya, tandasnya.

Terpisah Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Asep Supriyadi saat dibincangi wartawan diruang kerjanya mengatakan mengaku prihatin adanya kegiatan parida, tetapi yang menjadi kendala sebagai Satlantas ini selain tidak mengeluarkan izin juga menghimbau agar kegiatan parida iti distop saja.

Searah dengan pemikiran pihak DLAAJ itu kata Asep, seperti kegiatan parida yang terdapat didesa Bukit dan Kampung Mranjat Rimba Asam itu, sebab kawasan itu sangat membahayakan baik terhadap parida juga pengendara, karena lokasinya menikung dan tanjakan.

Masih kata Kasat, seperti di Desa Bukit pun lebih berbahaya karena diruas jalan itu sedang dilakukan perbaikan dari pihak Balai Besar Dirjen Bina Marga, maka sebelum ada jatuh korban jiwa dihimbau agar kegiatan parida itu supaya segera ditop saja.

Namun kata Asep bukan hanya yang terdapat di Desa Bukit Betung saja yang dihentikan, tetapi diseluruh jalan lintas dalam wilayah hukum polantas Polres Banyuasin, jelasnya. (waluyo)

LEAVE A REPLY