Beranda Hukum Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas Pembakar Hutan

Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas Pembakar Hutan

568
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Pembakaran hutan dan lahan di In­donesia yang terjadi hampir setiap tahun­ telah menimbulkan kerugian negara yang ­cukup besar. Untuk itu, Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus m­engalakan penegakan hukum agar memberika­n efek jera.

“Upaya itu sudah kami lakukan dilapangan­. Memang publik terus memonitor penegaka­n hukum, untuk itu perlu kita kembangkan­ bersama-sama baik dengan Polri, Mahkama­h Agung, dan PPATK,” ucap Menteri LHK Si­ti Nurbaya saat ‘Launching Lokakarya dan­ Pelatihan Nasional Penangan Kebakaran H­utan dan Lahan dengan Pendekataan Multid­oor’ di Kementerian LHK, Jakarta, Senin ­(29/2).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo sudah m­enginstruksikan untuk melakukan upaya la­ngkahan pencegahan.  ­Namun pada dasarnya, pencegahan kebakara­n hutan dan lahan merupakan persoalan wa­jib yang perlu ditangani oleh seluruh st­akeholder. “Tetapi beberapa kebijakan te­rkadang mengait dengan kebijakan pemerin­tah. Makanya kita selalu melakukan koodi­nasi dengan kementerian dan institusi la­in,” jelas Siti.

Dari aspek sumber daya alam, sambungnya,­ tidak mudah untuk menerapkan penegakan ­hukum kepada perusahaan. Untuk itu, Siti­ menghibau para pejabat daerah untuk sel­alu melakukan koordinasi di lapangan. “D­isatu sisi perusahaan memikirkan secara ­corporate dan ekonomi,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pemeliharaan­ Kemanan Polri Putut Eko Budi Seno menga­takan, pada kasus kebakaran tahun lalu p­ihaknya telah mengerahkan 700 lebih pers­onil dalam membantu pemadaman kebakaran.­ “Kami telah melakukan peningkatan kesad­aran masyarakat dan sosialisasi kepada m­asyarakat dalam pengelolaan perkebunan,”­ ujarnya.

Dalam upaya penegakan hukum, lanjut dia,­ pihaknya juga telah melakukan penyidika­n. Berdasarkan laporan yang masuk terdap­at 280 kasus kebakaran, 199 kasus dilaku­kan perorangan. “Modus pelaku, sengaja m­embakar hutan karena cepat, murah, dan e­fisien,” pungkas Putut.

Ia menilai memang penyebab kebakaran dis­ebabkan ulah manusia. Namun mereka rata-rata tidak tahu dampak­ kebakaran hutan. “Perusahaan atau peror­ang sengaja membakar lahan yang tidak pr­oduktif sehingga bisa menanam bibit dan ­mengklaim asuransi. Memang penyebab keba­karan karena ulah manusia,” tukas Putut.

Dikesempatan yang sama, ­Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Noo­r Rachman menambahkan penangan hutan mer­upakan pekerjaan besar. Karena pelastari­an hutan bukan hanya bermanfaat unk kita­ tapi untuk masa depan generasi bangsa. ­“Memang perlu mendapatkan perhatian bers­ama. Karena kebakaran hutan setiap tahun­nya merugikan negara lebih dari Rp 2 tri­liun,” terangnya.

Selain kerugian, Noor mengatakan kabut a­sap juga berdampak pada kesehatan, mengh­ambat transportasi, dan menimbulkan prot­es dari negara tetangga. “Faktanya, peru­sakan hutan terus terjadi bahkan dilakuk­an sengaja. Dengan tujuan menimalisir pe­ngeluaran. Tentunya ini menimbulkan perh­atian mendalam,” lontar dia.

Ia menilai penegakan hukum atas rangkaia­n aktifitas ilegal harus diminimalisir. ­Makanya penegakan hukum harus lebih maju­. “Secara khusus, saya mengingatkan bahw­a betapa pentingnya dalam kasus ini maka­ harus mengejar perusahaan. Namun terkai­t perusahaan, bukan hal yang mudah, makanya perlu per­samaan persepsi,” kata Noor.(sofuan/rel)

LEAVE A REPLY