Beranda Banyuasin Pangdam : Jaga Bumi Sriwijaya Damai, NKRI Harga Mati

Pangdam : Jaga Bumi Sriwijaya Damai, NKRI Harga Mati

171
0
BERBAGI

Halosumsel-

Kita semua harus menjaga agar wilayah bumi Sriwijaya ini tetap aman, damai dan kondusif Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Tidak ada tempat bagi aksi teroris maupun kelompok radikal yang ingin mengganggu kedamaian wilayah ini. Kita tidak akan membiarkan aksi radikalime mengoyak sendi-sendi kehidungan masyarakat kita.
 
Demikian disampaikan Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos, disela-sela kegiatan usai mengikuti gowes sepeda alam, amal dan bakti sosial dalam rangka HUT ke-36 Korem 044/Gapo tahun 2017, yang digelar Korem 044/Gapo di Desa Gelebak Dalam Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin, Sabtu (8/7/2017). Kegiatan gowes yang dipadukan dengan amal dan karya bakti berupa sunatan massal dan pemberian bingkisan tali asih kepada warga masyarakat ini, antara lain diikuti Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo S.Ip dan jajarannya, pejabat teras Kodam II/Swj, Masyarakat Sepeda Indonesia (MSI) Sumsel, para off roader dan komponen masyarakat lainnya. 
 
Pangdam II/Swj juga mengingatkan kepada semua komponen masyarakat untuk senantiasa membangun kebersamaan yang kuat diantara semua komponen masyarakat serta pentingnya soliditas TNI  dan Polri bersama semua komponen masyarakat untuk saling menjaga kekompakan, persaudaraan dan saling menghargai.
 
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj juga menghimbau kepada warga masyarakat bila melihat orang asing atau orang baru tidak dikenal, yang melakukan aktifitas mencurigakan yang ada di wilayahnya untuk tidak segan-segan menginformasikan kepada aparat keamanan (TNI/Polri) terdekat, dalam rangka tindakan deteksi dini dan cegah dini.
 
Terkait terjadinya aksi teror disejumlah wilayah di tanah air, Pangdam II/Swj mengingatkan agar semua komponen masyarakat waspada terhadap adanya provokasi para teroris yang melakukan aksi teror atas nama agama. Karena tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan untuk membunuh orang. Tidak ada satupun fatwa dalam Islam yang membolehkan melakukan penyerangan, pembunuhan dan tindakan keji lainnya Para teroris sengaja menggunakan kedok agama, dan menggunakan tameng Islam untuk memperoleh legalitas dalam menjalankan aksinya. Tujuannya adalah untuk kepentingan politik, dan bukan kepentingan agama.
 
 “Semua komponen  masyarakat harus bersatu dan ikut bersama-sama untuk menjaga wilayah Sumatera Selatan agar kondisinya tetap aman, damai dan kondusif, informasikan kepada aparat keamanan terdekat bila menemukan orang asing/baru, dengan gelagat yang mencurigakan”, pungkasnya (sofuan/rel)

LEAVE A REPLY