Beranda Banyuasin Lagi, Hewan Ternak Berkeliaran Dijalan Protokol

Lagi, Hewan Ternak Berkeliaran Dijalan Protokol

562
0
BERBAGI

Halosumsel-

Sedikitnya ada belasan Ekor Sapi dibiarkan berkeliaran hingga melintasi ruas Jalintinsum Palembang-Betung dan pemandangan semacam itu hampir setiap petang terlihat gerombolan hewan ternak itu ada dijalan raya yang sedang padat dilintasi berbagai jenis kendaraan dibulan Ramadhan tahun ini.
Sekelompok sapi yang sempat diabadikan kemarin petang (11/6) itu tepat berada diruas Jalintimsum Palembang-Betung sekitar pukul 18.00 wib tepatnya didepan kantor camat Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dan sangat wajar kalau banyak pengendara yang mengaku terganggu perjalanannya.
Heranya petugas Sat Pol PP Pemkab Banyuasin tidak tegas menjalankan tugasnya, padahal ada aturan yang sudah tertuang dalam peraturan daerah (Perda), termasuk petugas trantib Kecamatan setempat kerjanya tidak maksimal.
Termasuk pemilik hewan ternak sapi itu mengapa sengaja membiarkan hewan peliharaannya sampai berlarut malam tidak dikandangkan atau memang tidak tau kalau ada Perda yang melarang atau memang disengaja atau memang belum pernah sanksi atau petugasnya yang terkait kurang lakukan bersosialisasi?
Akibatnya banyak pengendara yang melintas menggunakan jasa transpotasi jalan darat sangat terganggu, bahkan pernah terjadi ada pengendara motor terjatuh karena ditabrak seekor sapi saat melintas dijalan tersebut setelah keluar dari lokasi kantor camat Suak Tapeh beberapa waktu yang lalu.
” Memang tidak terlalu parah luka yang diderita oleh pengendara itu, namun kerusakan kendaraanya lumayan parah, sebab bodinya sempat terinjak oleh sapi itu”, Maryanto (51) yang warga setempat usai Sholat Taraweh semalam.
Maryanto sendiri mengaku, tidak mengetahui sekelompok hewan ternak yang jumlahnya banyak itu diliarkan semacam itu caranya sebenarnya milik siapa tidak diketahui pemiliknya, namun sudah dilihatnya.
” Kalau dengan cara semacam itu, apalagi rombongan sapi itu sampai ada ditengah jalan seperti itu, sudah tentu sangat menggangu para pengendara, sedangkan jalan ini merupakan jalan negara yang padat dilintasi berbagai macam kendaraan antar pulau”, jawabnya saat ditanya dampaknya diliarkan hewan ternak yang masuk dalam peraturan daerah (perda) bahwa dalam aturan harus dikandangkan.
Hal serupa dikeluhkan M.J. Nababan (37) warga yang mengaku tinggal di provinsi Jambi ini merupakan pengemudi truk ekspedisi Medan-Jakarta ini mobil yang disopinya nyaris menabrak gerombolan sapi yang dibiarkan berkeliaran disepanjang jalan lintas ini.
” Dikatakannya, didaerah ini apa tidak ada aturan dari pemerintah yang melarang hewan ternak semacam ini jika dibiarkan berkeliaran atau ada aturan itu, tapi tidak dilaksanakan dengan baik oleh petugasnya”, tanyanya heran seraya menambahkan dalam setiap perjalanannya​, hanya ada banyak sapi dijalan didaerahnya inilah.
Sedangkan hari-hari semacam sekarang ini kendaraan yang mengangkut barang seperti yang dibawanya ini sebentar lagi sudah dilarang petugas dan tak boleh melintas, mengingat arus mudik lebaran sudah diberlakukan dan kendaraan kami ini dibatasi boleh melintas sampai H-10 sebelum tiba hari raya Idhul Fitri, ucapnya saat beristirahat di Simpang Gerbang Km 52 semalam.
Dengan banyak hewan ternak yang diliarkan semacam ini tentu sangat merugikan kami sebagai pengemudi, karena sering terlambat perjalanannya sampai tujuan, karena yang sering ditemui hewan ternak itu mulai masuk gerbang perbatasan dekat Rumah Makan Musi Indah hingga memasuki kota Palembang masih sering ditemui gerombolan hewan sapi ini banyak berjalan juga ditengah jalan raya, katanya.
” Bagaimana pemerintahanya disini bisa sampai ada pembiaran semacam ini, kan ada pak polisi, kan ada Pol PP kan ada pak Tentara dan mereka tak mungkin tidak tahu kalau setiap hari ada sapi-sapi berkeliaran dan sangat menggangu pengguna jalan”, tegasnya heran sembari bertanya ini daerah apa namanya dengan logat bahasa kas asal Batak Sumatera Utara.(waluyo)

LEAVE A REPLY