Beranda Palembang Kodam II/Swj Peringati HUT Infantri ke 71

Kodam II/Swj Peringati HUT Infantri ke 71

371
0
BERBAGI

Palembang, Halosumsel.co.id-

Kegiatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Hari Infanteri yang jatuh pada tanggal 19 Desember, merupakan suatu tradisi bagi prajurit Korps Infanteri untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah yang terjadi di Kota Ambarawa 71 tahun silam, yang dikenal dengan Palagan Ambarawa.

Sebelum melaksanakan Upacara Peringatan Hari Infanteri, dilaksanakan Upacara Pelepasan Pasukan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya (Tonting YWPJ) yang dipimpin oleh Danrindam II/Swj Kolonel Inf Tri Rana Subekti, S.Sos., M.M. Upacara pelepasan ditandai dengan penyerahan Tunggul Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ).*_

Selesai melaksanakan Upacara Pelepasan di Lapangan Apel Makodam II/Swj Palembang, Kamis (19/12/2019), Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) selanjutnya bergerakan berjalan kaki menuju Kediaman Wali Kota Palembang, Kambang Iwak.

Sampai di kediaman Wali Kota Palembang, Peleton YWPJ melanjutkan perjalan menuju titik akhir di BKB. Namun susunan Peleton YWPJ tampak berbeda, karena dibelakang Peleton YWPJ tampak ratusan Perwira Menengah Korp Infanteri dalam barisan mengikuti jalan kaki sambil menyanyikan lagu Mars Infanteri hingga melalui Kantor Walikota dan Kompleks Benteng Kuto Besak (BKB).

Sekitar Pukul 09.00 WIB, iring-iringan memasuki pintu Benteng dan melaksanakan persiapan mengikuti Upacara Peringatan Hari Infanteri Ke-71 Tahun 2019 di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (19/12/2019).

Upacara diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI, Irwan, S.I.P., M. Hum., selaku Inspektur Upacara (Irup), selanjutnya nampak iring-iringan pasukan pembawa lambang-lambang satuan yang diilustrasikan sebagai pasukan BKR/TKR atau pasukan tempo dulu, menghadap Irup untuk mengajak serta melaksanakan tradisi pembelahan kelapa muda diiringi tembakan salvo oleh pasukan tradisionil.

Dengan pakaian dan persenjataan serba sederhana, pasukan Infanteri tempo dulu tersebut menyapa untuk mengingatkan generasi muda akan perjuangan TNI AD di masa lalu. Penampilan dan gerakan pasukan tempo dulu ini sempat memukau hadirin dan tamu undangan yang hadir serta masyarakat yang turut penyaksikan acara tersebut. Mereka tampil sebagai bagian dari upacara Tradisi peringatan HUT Infanteri ke-71, sekaligus penutupan Peleton Beranting 2019.

Hadir pada puncak peringatan Hari Infanteri tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto, perwakilan unsur FKPD Provinsi Sumsel dan Kota Palembang, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Veteran, FKPPI, HIPAKAD dan tamu undangan lainnya.

Adapun tema yang diusung pada peringatan Hari Infanteri Ke-71 tahun 201 kali ini adalah, _*“Bersama Rakyat Infanteri Kuat”.*_ Tema tersebut mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat prajurit dan satuan Infanteri yang tangguh, profesional, modern serta memancarkan semangat untuk senantiasa memperkokoh Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Makna tema tersebut juga memancarkan semangat pengabdian dan perjuangan tanpa akhir untuk terus memperkokoh Kemanunggalan dengan Rakyat serta membangun sinergitas dengan segenap komponen lainnya sebagai kekuatan bela negara dalam sistem pertahanan semesta.

Dalam rangkaian upacara Hari Infanteri tersebut, juga ditampilkan atraksi para prajurit TNI AD yang tergabung dalam Drumband Canka Sriwijaya Yonarhanud 12/SBP. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan acara Syukuran dan panggung hiburan prajurit bersama masyarakat.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan mengharapkan, di hari ulang tahun Korp Infanteri Angkatan Darat Ke-71 ini, Infanteri semakin jaya, modern dan lebih dicintai rakyat.

“Upacara ini serentak di seluruh Indonesia, karena sesuai sejarah Infanteri yang diambil dari sejarah Panglima Besar Jendral Sudirman di Yogyakarta pada 19 Desember 1948,” kata Pangdam saat diwawancarai awak media, usai menjadi Inspektur Upacara.

Menurut Jendral Bintang dua ini, makna dari peringatan ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat para perjuangan era zaman penjajahan perang gerilya. “Semangat-semangat perjuangan itulah yang ditularkan dan disosialisasikan kepada seluruh prajurit-prajurit Korp Infanteri, khususnya dan TNI AD,” ungkapnya.

Selain membangkitkan semangat prajurit, peringatan tersebut untuk mengevaluasi hal-hal yang selama ini telah dilakukan agar dilakukan dan ditingkatkan pada tugas selanjutnya. Lebih lanjut Pangdam mengungkapkan, untuk perlengkapan dan peralatan senjata setiap tahun ada perbaikan yang sesuai alutsista yang di buat sesuai modernisasi jangka panjang, pendek dan menengah.

“Khusus untuk Korp Infanteri, sudah sesuai dengan program Alutsista yang dibuat, sedangkan untuk Kodam II Sriwijaya pengadaan Alutsistanya sama, karena terpusat di TNI AD untuk didistribusikan ke satuan Infanteri wilayah Kodam II Sriwijaya,” pungkasnya.sofuan

LEAVE A REPLY