Beranda Banyuasin Jika Dilanggar, BLH Tak Akan Toleransi Lagi

Jika Dilanggar, BLH Tak Akan Toleransi Lagi

3198
0
BERBAGI
Halosumsel.com-
Terkait penutupan operasional pabrik Pt. Karya Sawit Lestari (KSL) dalam usaha pengolahan buah kelapa sawit di Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Banyuasin Sumsel banyak kalangan menilai bahwa Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Banyuasin ada komitmen positif, Pasalnya, surat penyetopan operasional itu baru diberlakukan pada (1/9) yang lalu, atas lobi pihak perusahaan itu kesempatan ini pihak BLH memberi peluang pada perusahaan itu untuk beroperasi kembali dengan beberapa catatan yang saling dibuat kesepakatan.

Kesepakatan itu dibuat dari hasil pertemuan diruang rapat kantor BLH pada (13/9) dihadiri oleh Rawi dari perusahaan bagian admin, Satha bagian urusan perkebunan, Bagian humas Pt. KSL Firmansyah, wakil SPSI, Nawawi, Kasbi Taufik dan Zulkarnain, kades Lukar Anang Bastian dan Kaban BLH, Ir Syahreil AR serta Kabid Limbah, Abas Kurif.

Pihak Investor asal Negeri Jiran tersebut meminta pihak BLH memberikan kesempatan pada perusahaan pengolah buah kelapa sawit ini bisa beroperasi dengan berbagai catatan selama tiga bulan sambil melakukan perbaikan permasalahan di 8 kolam limbah khususnya pada kolam 1 dan 2 yang menjadi topik persoalanya.

Jika dalam batas waktu yang disepakati bersama selama 3 bulan pihak perusahaan tetap melanggarnya tentu pemerintah akan mencabut izinnya, kata Kaban BLH Banyuasin Ir H Syariel AR usai memimpin.

Kaban menambahkan, diharapkan pihak menejemen Pt. KSL supaya benar-benar ada komitmen dan ini alternatif terakhir jika selama 3 bulan ini tidak komitmen, Pemkab Banyuasin tidak ada ampun lagi, karena sudah berulang-ulah dengan permasalahan yang sama.

Masih kata Syariel, ada tiga poin penting dari hasil kesepakatan dalam rapat itu yakni pembibitan kelapa sawit yang ada disekitar pabrik dipindahkan ketempat lain.

Pt. KSL boleh beroperasi lagi dengan syarat perbaikan kolam IPAL secara menyeluruh, sehingga air limbah memenuhi baku limbah cair sesuai dengan pergub nomor 8 tahun 2012 dan diberi waktu perbaikan menyelesaikan IPAL selama 3 bulan.

Terakhir mencabut sutar izin Kaban Lingkungan Hidup tentang penghentian operasional Pt. KSL.

Sementara itu, Menejer Pt. KSL Sathasivam Krishnan saat diminta komentar mengatakan, selain melengserkan menejer lama Anthony Rajanathan juga siap membuktikan yang menjadi kesepakatan yang sama-sama ditekenya.

Dia berjanji, terkait hal itu pihak menejemen KSL siap melaporkan setiap bulan kekantor BLH ini dan siap ikuti peraturan di Republik ini, katanya dengan logat bahasa dari negeri jiran.

Bahkan kata Satha, jika tidak dipenuhi sampai batas waktu yang diminta pemerintah, maka siap dicabut seluruh perizinan di Perusahaan ini, jawabnya.(waluyo)

LEAVE A REPLY