Beranda Perisitiwa Gotong Royong Pencegahan Karhutla dan Restorasi Gambut melalui Riset Aksi Partisipatif

Gotong Royong Pencegahan Karhutla dan Restorasi Gambut melalui Riset Aksi Partisipatif

67
0
BERBAGI

Jakarta, Halosumsel-

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana nasional yang mengakibatkan kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan, maupun dampak pada kesehatan. Tidak hanya pada provinsi terdampak, karhutla juga menimbulkan kabut asap lintas batas sampai ke negara-negara tetangga. Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR – Center for International Forestry Research) telah bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana Universitas Riau (PSB UNRI) sejak tahun 2018 sampai dengan 2020, dengan dukungan dari Temasek Foundation Singapura dan Singapore Cooperation Enterprise. Melalui kerjasama ini, CIFOR dan PSB UNRI mengembangkan model-model untuk pencegahan kebakaran dan restorasi gambut di Desa Dompas, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dengan menggunakan pendekatan Riset Aksi Partisipatif (RAP). Implementasi pendekatan ini menunjukkan keberhasilan awal di mana pengetahuan, teknik, kemampuan mengelola, dan jejaring masyarakat meningkat. Masyarakat juga semakin aktif dan menyadari pentingnya menjadi penggerak aksi dalam upaya-upaya perbaikan lingkungan, transisi ke penghidupan yang lebih berkelanjutan, maupun pengurangan risiko bencana karhutla.

Mengacu pada keberhasilan awal pada program yang telah dilaksanakan di Dompas dan berdasarkan sejumlah diskusi dengan para pemangku kepentingan Siak, CIFOR bersama dengan mitra Pusat Studi Bencana Universitas Riau dan Sedagho Siak menyusun strategi untuk berkontribusi terhadap inisiatif Siak Hijau melalui pendekatan RAP di Kabupaten Siak. Kerjasama ini diwujudkan dengan dukungan dari Temasek Foundation Singapura dan Singapore Cooperation Enterprise. CIFOR dan mitra akan melaksanakan RAP dengan fokus pada pencegahan kebakaran dan restorasi gambut berbasis masyarakat di beberapa desa terpilih di Kabupaten Siak. Kami berharap proyek/program ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pembukaan lahan tanpa bakar, restorasi gambut, dan pengembangan alternatif matapencaharian untuk masyarakat di lahan TORA (Tanah Objek Reformasi Agraria). Tujuan ini akan dicapai melalui penerapan dan pengumpulan pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dari lapangan melalui kegiatan RAP dan membangun pengetahuan masyarakat, pemerintah daerah dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti perusahaan swasta dan LSM.

Sehubungan dengan ini, melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, CIFOR, Pusat Studi Bencana Universitas Riau, dan Sedagho Siak melakukan project kick-off meeting “Riset Aksi Partisipatif untuk Scaling-up dan Difusi Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Kabupaten Siak”. Pertemuan ini dilaksanakan secara daring pada hari Kamis tanggal 9 September 2021 dengan mengundang para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mengenalkan dan menjaring pendapat para pihak terhadap pendekatan riset aksi partisipatif untuk pencegahan karhutla dan restorasi gambut berbasis masyarakat. Kami juga berharap dapat berbagi pembelajaran terkait dengan upaya gotong royong dalam mewujudkan Siak Hijau maupun upaya-upaya pencegahan karhutla dan restorasi gambut. Pada skala yang lebih besar kami berharap pembelajaran (lesson learned) dari kegiatan bisa berkontribusi pada usaha-usaha pencegahan kebakaran dan restorasi gambut di tingkat provinsi, nasional, dan regional. Rilis

LEAVE A REPLY