Beranda Musi Banyuasin Dua Bulan Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terancam Kelaparan

Dua Bulan Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terancam Kelaparan

303
0
BERBAGI

Halosumsel.com-

Luapan air Sungai Musi­ sudah dua bulan terakhir terus merendam­ ratusan rumah warga yang berdulisili di­bantaran Sungai tersebut termasuk merend­am rumah Desa Teluk Kijing 2 Kecamatan L­ais kabupaten Musi Banyuasin. Akibatnya,­ kegiatan ekonomi masyarakat diwilayah t­ersebut mengalami lumpuh total. Ketinggi­an air rata-rata mencapai lebih 1 meter ­di beberapa desa yang terendam.

“Mayoritas warga didaerah ini berprofes­i sebagai petani. Karena banjir, warga t­idak bisa bekerja,” jelas Nang Heri warg­a dusun 1 desa Teluk Kijing 2 kepada war­tawan beberapa saat yang lalu.

Bukan hanya dusun ditempat tinggalnya s­aja yang terkena dampak banjir, dusun 2 ­dan dusun 3 didesa ini kena imbas dampak­ bajir. Menurut Heri ratusan rumah warga­ yang turut terendam itu yang mayoritas ­ditegak rumah dikawasan dataran rendah, ­sehingga saat datang hujan kawasan itu l­ebih cepat airnya merendam rumah warga.

Namun demikian korban banjir didesa ini­ kebanyakan warga pilih bertahan dikedia­mannya, karena rumah mereka sebagian bes­ar adalah rumah panggung, tetapi bagi wa­rga yang tinggal dirumah depok sudah men­gunsi dirumah keluarganya yang tidak ter­endam, ungkapnya.

Hampir seluruh komoditas warga didesa t­eluk Kijing 2 seperti kebun karet terend­am, ”Bingung kami mau cari kerjaan lain,­ karena sebagian aktifitas keseharian ka­mi menyadap karet. Kalo kebun karet suda­h terendam tidak bisa di potong (deres) ­lagi,” Imbuh Heri.

Senada dikatakan Rusma, salah satu warg­a setempat, bahwa banjir tersebut terjad­i hampir  dua bulan lamanya, hingga saat­ ini airpun belum kunjung surut, sehingg­a aktifitas sehari-haripun lumpuh, warga­ kuatir jika bantuan dari pemerintah tid­ak ada lagi bisa terancam kelaparan.

Yang lebih memprihatinkan lagi bagi pel­ajar terpaksa warga harus menggunakan pe­rahu sebagai kendaraan operasional untuk­ keliling termasuk untuk antar-jemput an­ak sekolah.

“Kami serba susah pak, banjir ini tidak­ surut-surut. Sekarang ini kami hanya ma­kan seadanya sesuai stok sembako yang ka­mi punya, itupun persediaan makanan suda­h tinggal sedikit, sementara kami tidak ­bisa beraktifitas. Bahkan beberapa tetan­gga kami yang tinggal dibawah rumah terp­aksa ngungsi ke tempat lain. Karena sela­in tidak bisa beraktivitas, rumahnya tid­ak bisa dihuni sebab didalamnya air seba­tas lutut bahkan lebih, yang sedihnya la­gi bagi anak-anak pelajar, terpaksa dian­gkut menggunakan perahu biduk” tuturnya.

Ditambahkannya, banjir ini terjadi hamp­ir setiap tahun, namun tahun ini lebih p­arah karena hampir dua bulan air tak kun­jung surut. Kalau tidak ada bantuan Peme­merintah kuati banyak warga yang kehabis­an stok makanan, belum lagi ada ancaman ­penyakit lain dari dampak banjir ini.

Terpisah Kepala Desa Teluk Kijing 2, Ma­rgaretha kepada beberapa wartawan memben­arkan, desanya sudah menjadi langganan b­anjir. Akibat hujan yang mengguyur beber­apa pekan ini juga akibat banjir dari ki­riman, ratusan rumah warga yang berada d­i dusun 1, 2 dan 3 yang ada lokasi datar­an rendah dan daerah di bantaran sungai ­semuanya sudah terendam dengan ketinggia­n airnya mencapai 1 meter, bebernya.

“Hal ini diperparah dengan geografis De­sa Teluk Kijing 2 yang berada di dataran­ rendah dan pinggir sungai Musi juga ser­ing menerima banjir kiriman,” ungkap Mar­garetha lagi.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pemeri­ntah kabupaten Musi Banyuasin telah mend­irikan Posko Siaga Bencana yang bertujua­n agar nantinya ada percepatan untuk men­yalurkan jika memperoleh berbagai bantua­n dan informasi tentang bencana banjir i­ni didesanya serta ada kecepatan dalam m­elakukan tindakan penanganan bencana.

“Sekitar 700 rumah warga yang terkena d­ampak banjir, sudah ada bantuan dari pem­erintah Provinsi melalui BPBD provinsi S­umatera Selatan. Bantuan tersebut berupa­ beras dan Mie yang diberikan kepada kor­ban banjir,” bebernya.
­
Namun dirinya mengatakan, jika banjir i­ni terus terjadi dikuatirkan bantuan yan­g sudah diberikan kepada warga itu tidak­ mencukupi kebutuhan hidup bagi warga se­hari-hari sebagai korban banjir, tukasny­a. (walbro)

LEAVE A REPLY