Beranda Kriminal Dua Bandar Narkoba Jaringan Medan ‘Dicokok’ Petugas

Dua Bandar Narkoba Jaringan Medan ‘Dicokok’ Petugas

28
0
BERBAGI

Palembang,HS-

Untuk kesekian kalinya, Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang berhasil mengungkap para bandar narkoba lintas provinsi. Kali ini giliran, Nazarudin alias Udin (46) warga Jalan PSI Lautan Lorong Merdeka No 1386 RT 30 RW 07 Kelurahan 35 Ilir dan Haryanto alias Yanto alias Yudi (42) warga Jalan PSI Lautan Lorong Khotib No 1174 RT 25 RW 05 Kelurahan 35 Ilir digelandang ke Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Rabu (31/7).

Pengerbekan ini dimulai dari informasi masyarakat, dimana kedatangan kedua tersangka dari kota Medan, sering membawa narkoba dan siap dipasarkan.

“Dari informasi itu, anggota langsung lakukan undercover buy. Ketika mendapat bukti, petugas mengerbek rumah tersangka Nazarudin di Jalan PSI Lautan Lorong Merdeka No 1386 RT 30 RW 07 Kelurahan 35 Ilir, kebetulan disana ada tersangka Haryanto,” papar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Firli MSi didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Supriyadi, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah dan Kasat Reserse Narkoba, Kompol Achmad Akbar, saat press release di Mapolresta Palembang.

Saat dilakukan pengeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa satu kantong plastik warna putih, berisi empat bungkus pil ekstasi warna merah logo superman dengan berat bruto 5,696 kilogram, satu buah karung warna putih merah berisikan 13 kilogram sabu yang di bungkus plastik teh china merk Qing Shan warna hijau berat bruto 13,708 kilogram serta empat unit handphone merek Sony Experia XZ dan XZS, Sony Z5, Nokia dan Toyota Kijang Innova warna silver nopol BG 1477 UQ.

“Barang bukti narkoba ini kita temukan di lantai ruang tamu rumah tersangka. Disamping itu, alat komunikasi dan transportasi berupa mobil juga kita sita untuk pengembangan lebih lanjut. Menurut pengakuannya, barang ini didapatkan dari seorang berinisial NSR warga Medan. Kini kita masih kembangkan terus kasusnya, termasuk pencucian uangnya. Seperti diketahui ini merupakan kasus narkoba partai besar yang masuk ke Palembang, Sumatera Selatan, baik itu melalui jalur darat maupun udara. Dan rencananya akan diedarkan di kota Palembang dan Lampung,” terang Bapak berpangkat Bintang dua ini.

Dihadapan petugas, tersangka Nazarudin mengaku hanya mengantarkan pesanan dan menerima upah setelah berhasil.

“Upah kami Rp 20 juta pak, jika kerjaan kami beres. Sabu sebanyak 13 kilogram, pil ekstasi sebanyak 5,6 kilogram akan kami kirimkan ke seseorang yang diperintahkan bos,” terangnya tertunduk. (fhy)

LEAVE A REPLY