Beranda Muara Enim Disposal PT BAS Longsor Limbah Galian Batubara Masuk Ke Sungai Enim

Disposal PT BAS Longsor Limbah Galian Batubara Masuk Ke Sungai Enim

32
0
BERBAGI

Muara Enim, Halosumsel.co.id-
Akibat curah hujan yang tinggi Disposal PT Bara Anugrah Sejahtera BAS  diduga mengalami longsor sehingga mencemari beberapa anak sungai yang ada di wilayah Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, akibatnya air galian batubara yang mengalir hingga masuk ke sungai Enim  turut memberikan persoalan serius pada masyarakat yang ada di sekitar lokasi penambangan khususnya masyarakat yang ada di Desa Keban Agung tersebut.

Selain Sungai Enim yang mengalami kekeruhan yang sangat luar biasa masyarakat pengguna Sungai sebagai kebutuhan mandi mencuci juga merasakan gatal-gatal.ungkap Sapriadi (39) warga desa setempat.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Keban Agung Fadrol  Bahri, bahwa dugaan pencemaran air halian batibara dan limbah Disposal tersebut berasal dari PT BAS melalui aliran air sungai Hesik, sungai Owal dan sungai Tilam lalu mengaliri ke sungai Enim sehingga sangat meresahkan warga, karena aliran Sungai Enim tersebut digunakan masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari. (12/1/21)

Untuk menyikapi ini kami pemerintahan desa Keban Agung meminta fasilitasi camat Kecamatan Lawang Kidul dan Kapolsek Lawang Kidul  untuk  melihat secara langsung dan mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat.sebutnya

Terpisah, Yudi salah satu perwakilan PT. BAS menyebut, pihaknya   sudah mencatat semua keluhan masyarakat dan akan di laporkan ke manegemen pusat tindak lanjut kedepanya.

” Kalau kontribusi kita selama ini sudah ada pak kepada masyarakat, bahkan setiap bulan kepada masyarakat kita beri di Desa Keban Agung, secara rincian nya saya tidak tahu, karena bukan bagian saya pak, ” Tutupnya singkat.
(Ril jazz)

im

Muara Enim, Halosumsel.co.id
Akibat curah hujan yang tinggi Disposal PT Bara Anugrah Sejahtera BAS  diduga mengalami longsor sehingga mencemari beberapa anak sungai yang ada di wilayah Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, akibatnya air galian batubara yang mengalir hingga masuk ke sungai Enim  turut memberikan persoalan serius pada masyarakat yang ada di sekitar lokasi penambangan khususnya masyarakat yang ada di Desa Keban Agung tersebut.

Selain Sungai Enim yang mengalami kekeruhan yang sangat luar biasa masyarakat pengguna Sungai sebagai kebutuhan mandi mencuci juga merasakan gatal-gatal.ungkap Sapriadi (39) warga desa setempat.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Keban Agung Fadrol  Bahri, bahwa dugaan pencemaran air halian batibara dan limbah Disposal tersebut berasal dari PT BAS melalui aliran air sungai Hesik, sungai Owal dan sungai Tilam lalu mengaliri ke sungai Enim sehingga sangat meresahkan warga, karena aliran Sungai Enim tersebut digunakan masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari. (12/1/21)

Untuk menyikapi ini kami pemerintahan desa Keban Agung meminta fasilitasi camat Kecamatan Lawang Kidul dan Kapolsek Lawang Kidul  untuk  melihat secara langsung dan mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat.sebutnya

Terpisah, Yudi salah satu perwakilan PT. BAS menyebut, pihaknya   sudah mencatat semua keluhan masyarakat dan akan di laporkan ke manegemen pusat tindak lanjut kedepanya.

” Kalau kontribusi kita selama ini sudah ada pak kepada masyarakat, bahkan setiap bulan kepada masyarakat kita beri di Desa Keban Agung, secara rincian nya saya tidak tahu, karena bukan bagian saya pak, ” Tutupnya singkat.
(Ril jazz)

LEAVE A REPLY