Beranda Perisitiwa Danrem Gapo Hadiri Rakor Evaluasi Pengendalian Karhutla

Danrem Gapo Hadiri Rakor Evaluasi Pengendalian Karhutla

67
0
BERBAGI

Jakarta, Halosumsel-

Pada hari rabu pagi(20/11/2019) bertempat di Bima Ballroom Mercure Bandung City Center, Jl. Lengkong Besar, No. 8 Bandung,guna menghadiri surat undangan dari Kemenko Polhukam pertanggal 11 November yang lalu, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menghadiri kegiatan Rapat Evaluasi Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Semester II Th. 2019 dan Pembentukan Satgas Karhutla Nasional Ta. 2020, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono hadir didampingi oleh Kalaksa BPBD Prov Sumsel Bapak Iriansyah dan Karo ops Polda Sumsel Kombes Pol Djihartono.

 

Kegiatan diawali dengan regristasi para peserta dan dilanjutkan dengan kegiatan rapat evaluasi karhutla.Pada kegiatan ini Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Dr.Ir.Nur Masripatin,M.For.Sc memaparkan kepada peserta rapat berkaitan dengan perubahan iklim yang berdampak kepada Karhutla. Dirjen PPI menyampaikan Badai El Nino mempengaruhi iklim yang ada di belahan bumi Indonesia,sehingga pergerakan uap panas cukup tinggi,jumlah hari tanpa hujan juga cukup tinggi,ujarnya.Dampaknya, lahan yang terbakar menjadi cukup luas,bahan pembakaran dari gambut juga semakin tebal,yang disebabkan karena sedikitnya sumber air.(Rawa gambut yang mengering),tambahnya.

 

Dari Staf BNPB Pusat juga memaparkan perlunya waktu yang tepat dari pemerintah daerah dalam penentuan batas status siaga,sehingga lebih cepat dan tanggap dalam mengambil langkah penanganan.Dengan melihat kejadian Karhutla yang sudah terjadi tahun ini,maka untuk mengantisipasi penanganan di tahun yang akan datang maka dianggap perlu untuk pembuatan sekat kanal yang menjadi sumber kantong air untuk pemadaman api.Dan diharapkan daerah yang mempunyai lahan gambut yang cukup luas,diharapkan lahan gambut tersebut terus dalam keadaan basah.Disamping itu juga untuk mengantisipasi kebakaran pada malam hari,kita harus memanfaatkan teknologi dengan mengadakan perangkat drone malam hari,guna mengantisipasi rambatan api pada saat malam hari.

 

Dari staf BMKG pusat juga memberikan sumbang saran berupa masukan yang positif dalam mengantisipasi bahaya Karhutla untuk masa yang akan datang. Dalam hal ini BMKG diminta untuk dapat memberikan status ramalan cuaca yang lebih dini,guna mengantisipasi kapan masuknya masa musim kering,sehingga dapat diambil langkah awal untuk pencegahan Karhutla.Dan tak kalah pentingnya perlunya informasi awal tentang analisis dan prediksi El nino.Disamping itu juga BMKG dan TMC(Teknologi Modifikasi Cuaca) sebagai komponen utama Karhutla harus dapat berkolaborasi untuk menciptakan hujan buatan sebelum musim kemarau datang,dengan harapan lahan gambut agar tetap basah.

.

Diakhir dari ravat evaluasi Karhutla tersebut, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang meluas di tahun yang akan datang, maka akan dibentuk Satgas Karhutla Nasional dengan mensinergikan kinerja antar kementerian,lembaga yang terkait. Agar dampak Karhutla tidak berdampak luas dan dapat sesegera mungkin ditanggulangi.

rel

LEAVE A REPLY