Beranda Banyuasin BLH Banyuasin Kembali Bekukan Izin Operasi PT KSL

BLH Banyuasin Kembali Bekukan Izin Operasi PT KSL

208
0
BERBAGI
Halosumsel.com-
Dianggap tidak mengindahkan intruksinya, dengan temuan pencemaran limbah di Pt. Karya Sawit Lestari (KSL) di Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumsel ini akhirnya oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin kini kembali menerbitkan surat pembekuan Izin Operasi dengan syarat pihak Perusahaan baru bisa kembali beroperasi setelah menormalkan kembali kolam limbahnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin Ir. Syarial A. Rachman kemarin mengatakan bahwa dari hasil tinjauan tim yang dibentuk melakukan investigasi ke lokasi usaha PT KSL pada bulan 24 Mei 2016 lalu menemukan beberapa pelanggaran seperti instalasi pengolahan air limbah tidak optimal, sehingga secara kasat mata air limbah kelihatan berwarna hitam dan ditemukan istalasi pompa limbah yang di gunakan untuk penyiraman bibit kelapa sawit.

Kita kembali Menindak-lanjuti keputusan Bupati Banyuasin Yan  Anton Ferdian. SH. Nomer 568/KPTS/BLH/2015 pertanggal 22 juli 2015 tentang penerapan sangsi administrasi pembekuan izin perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup (izin pembuangan Air Limbah) dan berita acara verifikasi lapangan perbaikan kinerja intstalasi pengolahan air limbah tanggal 24 mei 2016 ke PT Karya Sawit Lestari (KSL).

” Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin kembali membuat putusan dengan mengeluarkan surat penyetopan izin operasi ke  pada Perusahaan yang bersangkutan sebelum dia  Kembali menormalkanya kembali”, terangnya.

Dilanjutkanya, dari hasil tes laboratorium membuahkan hasil sama persis dengan hasil pengamatan pada bulan Maret 2016 lalu yaitu pH nya mencapai 7,79. Do 1,13 mg/ltr. DHL 32 uS/cm. Tempratur Air 32’c. TDS 2,8 mg/ltr, dan Salinitas 2,3.

” Bukan hanya itu juga ditemukan adanya suplay air limbah dari kolam 8 yang di gunakan untuk menyiram bibit kelapa sawit”, bebernya.

Masih kata Ir. syarial, dari temuan-temuan diatas kita kembali perintahkan KSL untuk tidak beroperasi terhitung sejak tanggal 28 Mei 2016 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

” Sesuai dengan peraturan Gubernur Sumatra Selatan Nomor 8 tahun 2012 tentang baku mutu air limbah untuk Industri, maka pihak PT KSL di wajibkan untuk segera di lakukan perbaikan Instalasi Air Limbah dan air limbah yang dibuang sudah memenuhi baku mutu. Apa bila tidak di laksanakan maka BLH akan bertindak tegas sesuai dengan peraturan undang -undang  Yang berlaku”, tegasnya.

Sementara itu Manager PT KSL. Antoni Rajhanatan, saat di komfirmasi wartawan yang menemuinya membenarkan bahwa adanya pembekuan izin tersebut, bahkan saat ini pihaknya sudah mulai melakukan normalisasi limbah tersebut.

“wah tim kita sudah kerja siang malam untuk mengadakan perbaikan, kita berusaha secepat mungkin akan di selesaikan”, jawabnya membela usahanya.(ibrahim/waluyo)

LEAVE A REPLY