Beranda Banyuasin Belasan Scurity PT BAB Tolak Outsourcing Meski di PHK

Belasan Scurity PT BAB Tolak Outsourcing Meski di PHK

38
0
BERBAGI

Banyuasin, HS-

Belasan security yang berkerja di PT. Bintang Agung Persada (BAP) yang bergerak di bidang pengolahan karet. Beralamat jln Tanjung Api – Api (TAA) Desa Karang Anyar Kecamatan Sumber Marga Telang (SMT) mengeluhakan atas tindakan pihak menegement perusahaan yang dianggap merugikan karena diberidua pilihan, menjadi Security Outsourcing atau menjadi karyawan pabrik.

Ada 17 orang Security yang sudah menjadi karyawan tetap PT. BAP namun terkesan dipaksakan harus memilih tetap menjadi security namun kontrak (Outsourcing) atau menjadi karyawan pabrik kata Muhtaridi (37) kepada media ini Kamis (16/5/19). yang saat ini masih menjadi security aktif di PT. BAP.

“Jelas kami 17 orang security menolak kalau harus masuk menjadi security kontrak atau tetap jadi karyawan tetap namun ditempatkan di pabrik, kenapa karena bukan keahlian kita disitu,” jelasnya.

Kebijakan ini lanjutnya, merugikan sekali, Ilmu standar pengamanan yang di buktikan dengan sertifikat pelatihan sebagai security yang diharuskan dimiliki oleh setiap Security menjadi sia-sia sementara untuk mendapatkannya tidak mudah.

Senada diutarakan Ahmad Sucipto (35) yang namanya juga masuk dalam daftar ke 17 security yang juga diberi dua pilihan ini, menyayangkan kebijakan perusahaan seakan – akan memaksakan security tetap menjadi security kontrak.

“Kami di tawari uang dua juta rupiah kalau beresedia jadi karyawan pabrik (Produksi) atau security kontrak, entah uang apalah namanya, kami tolak. Kalau pun harus di PHK kami siap tetapi kalau harus menjadi security kontrak tentu menolak, apalagi harus menjadi karyawan pabrik sangat tidak mungkin olehnya tidak sesuai ilmu yang kami dapat dari pelatihan security,” keluhnya.

Selain itu sambung dia, Disinyalir masuknya PT. Macan Putih yang bergerak dibidang tenaga kontrak khusus tenaga security ke PT. BAP didugaan ada keterlibatan oknum anggota polisi yang kabarnya bertugas di Polres Banyuasin.

“Sejauh ini sepengetahuan kami beliau selalu menjelas kalau menjadi karyawan outsourcing itu
merugikan sekarang malah terkesan berbalik.” Jelasnya menduga.

Menanggapi keluhan tersebut Perwakilan Management PT. BAP Harisman didampingi Erik yang juga unsur managemet menuturkan pihaknya tidak pernah terniat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) rekan – rekan semua.

“Kebijakan ini sudah melalui pertimbangan yang matang oleh pihak kami, seringnya terjadinya kehilangan di perusahaan menjadikan alasan kuat pihak management memakai pihak ketiga. Namun kebijakan perusahajn tetap memikirkan rekan – rekan memiliki keluarga bagaimana nanti kalau sampai di PHK,” paparnya

Maka dari itu lanjutnya, diberikanlah dua alternatif pilihan bisa tetap menjadi security tapi kontrak atau tetap menjadi karyawan namun bertugas di bagian produksi, nah disinilah kepedulian perusahaan sembari tiap bulan masih tetap mendapat gaji untuk menyambung hidup ketika di tengah perjalanan dirasa tidak kerasan dan berminat menjadi security di perusahaan lain tentu dipersilahkan.

“Maksut kami jangan sampai mereka nganggur tidak ada penghasilan silahkan tetap jadi karyawan di bagian pabrik (Produksi) dan bisa kita training terlebih dahulu,” tuturnya.

Disinggung mengenai ada dugaan masuknya pihak ketiga di bidang tenaga security outsourcing diduga ada main matanya oknum anggota kepolisaian Erik dengan tegas membatah karena sudah melalui proses lelang.
“Dugaan itu kami luruskan sebab masuknya pihak ketiga sudah melalui proses lelang, jadi tolong di pahami bahwa semua sudah sesuai prosedur,” Tegasnya. Dodi

LEAVE A REPLY