Beranda Ogan Komering Ulu Asah Kemampuan Tempur, TNI AD Gelar Latihan Antar Kecabangan

Asah Kemampuan Tempur, TNI AD Gelar Latihan Antar Kecabangan

345
0
BERBAGI

Halosumsel-

 

ProfesionalitasTentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dalam menjalankan tugas pokoknya dibuktikan dalam Latihan Antar Kecabangan (Latancab) TNI AD 2017 di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 3.333 orang TNI dari berbagai satuan perkuatan itu memperlihatkan strategi dan teknik bertempur dimana hal itu sesuai dengan tugas pokok TNI yakni Operasi Militer Perang (OPM) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dalam Latancab 2017 itu, hadir Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Komandan Kodiklat Angkatan Darat Letjen TNI Agus Kriswanto, para Asisten Kasad dan Panglima Kotama TNI AD serta para Perwira Tinggi Angkatan Darat.

Sebagaimana diketahui, tugas pokok TNI sesuai UU Nomor 34 tahun 2004 adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI tahun 1945, serta melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut maka diperlukan prajurit yang profesional dan selanjutnya untuk membentuk prajurit yang profesional maka diperlukan adanya latihan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengatakan, selaras dengan kebijakan pimpinan TNI AD untuk mewujudkan prajurit yang disiplin, jago tembak, jago beladiri, jago perang dan memiliki fisik yang prima, maka tuntutan perubahan harus dihadapi dengan peningkatan profesionalisme dan tertib administrasi.

“Latihan harus sesuai dengan realisme, dihadapkan pada tugas operasi yang sesungguhnya agar mampu mewujudkan prajurit TNI AD yang jago perang,” kata dia.

Tujuan latihan tersebut adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tempur tingkat perorangan sampai dengan satuan setingkat Brigade dan kerjasama antar satuan atau kecabangan dalam wadah Brigade Tim Pertempuran melalui penyelenggaraan operasi tempur yang didukung oleh operasi intelijen dan operasi teritorial.

Muara akhir dari latihan Antar Kecabangan TNI AD 2017 ini adalah untuk mewujudkan sinergitas dan interoperabilitas antar kecabangan guna memperoleh daya tempur yang efektif. Kegiatan latihan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang pada puncaknya dilaksanakan latihan antar kecabanmi yang disesuaikan dengan doktrin yang berlaku dengan melibatkan berbagai Alutsista baru.

“Latihan antar kecabangan merupakan latihan yang dan untuk memelihara, meningkatkan dan menguji kemampuan antar kecabangan guna mencapai kemampuan standar,” jelasnya.

Latihan antar kecabangan dalam wadah Brigif Mekanis 6/T BS Divif 2 Kostrad melibatkan satuan dari berbagai kecabangan jajaran TNI AD sebagai satuan perkuatan. Yakni meliputi satuan tempur, satuan bantuan tempur, satuan bantuan administrasi, satuan intelijen, dan satuan teritorial.

Pada latihan antar kecabangan TNI AD 2017 kali ini mengerahkan sekitar 3.333 personal dan berbagai alutsista (alat utama sistem persenjataan) paling modern yang dimiliki TNI AD. Diantaranya yakni, Helly MI 35,Tank Leopard, Tank MI 113, Meriam Artileri medan Astros, Meriam Caesar, Meriam Artileri penahanan udara RBS 70 serta alutsista modem lainnya.

“Latihan merupakan sebuah sarana untuk menguji doktrin teknis, taktis maupun strategi yang dimiliki Angkatan Darat,” terang dia.

Dalam latihan perang ini, semuanya sangat sesuai dengan yang diharapkan. Terlebih lagi para personel sudah terlatih untuk mengendalikan pertempuran. Pesan Mulyono kepada para prajurit agar setelah mendapat pelatihan ini tidak lantas membuat prajurit berpuas diri. Ia berharap ini menjadi bahan evaluasi agar kemampuannya di lapangan bisa lebih baik.

Kemampuan berperang seperti itu, diharapkan juga tidak hanya mengusai pada medan hutan, melainkan medan-medan lain seperti di perkotaan, pegunungan dan sebagainya.

“Sesuai dengan skenario dan pelatihan yang sudah diberikan sebelumnya, memang para personil yang ada sudah menguasi medan, tekknik menembak hingga mengemudikan kendaraan alutsista sudah sangat tepat. Ini yang kita harapkan dari adanya Latihan Ancab ini,” pungkasnya. (sofuan)

LEAVE A REPLY